Azizahtul Mar’atus Soliha
Universitas Nurul Huda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RANCANG BANGUN PERANGKAT PENGUSIR HAMA BERBASIS IoT MENGGUNAKAN SENSOR PIR DAN BUZZER SEBAGAI SOLUSI DARI MASALAH PERTANIAN Varona Maharani; Salysa Eka Nabilla; Azizahtul Mar’atus Soliha; Kelvin Aprianto; Arini Rosa Sinensis; Thoha Firdaus
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.728

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor vital yang menunjang perekonomian. Bagi sebagian besar penduduk yang tinggal di pedesaan, sektor ini merupakan mata pencaharian utama. Bahkan, hampir separuh penduduk Indonesia menggantungkan penghasilan mereka pada sektor pertanian. Selain sebagai mata pencaharian, hasil pertanian juga dianggap sebagai investasi berharga yang mendukung perekonomian keluarga dan menjadi andalan ketahanan pangan nasional dalam jumlah besar. Namun, produktivitasnya seringkali terganggu oleh serangan hama, yang berdampak pada menurunnya hasil panen bahkan hingga berpotensi gagal panen. Metode pengendalian hama konvensional sering melibatkan bahan kimia yang merusak lingkungan, sementara metode manual memerlukan kehadiran fisik petani di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe perangkat pengusir hama otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32, Sensor Passive Infrared (PIR), dan Buzzer sebagai aktuator utama. Sensor PIR mendeteksi pergerakan hama, memicu ESP32 untuk mengaktifkan buzzer yang menghasilkan gelombang suara sebagai pengusir. Sistem IoT memungkinkan pemantauan dan kontrol jarak jauh melalui aplikasi smartphone, memberikan solusi efisien dan eco-friendly untuk masalah pertanian. Hasil pengujian fungsionalitas menunjukkan perangkat bekerja sesuai alur logika yang dirancang. Pengujian sirkuit dilakukan menggunakan simulator Wokwi , sedangkan pengujian performa sensor PIR di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data ke platform Blynk mencapai 100% pada kondisi jaringan Wi-Fi yang stabil. Secara kuantitatif, sensor PIR memiliki performa deteksi optimal pada radius jangkauan 3 hingga 5 meter dengan cakupan sudut lebar hingga 450 , dan batas radius deteksi efektif maksimal berada pada rentang 5–7 meter. Keunikan penelitian ini dibanding penelitian sebelumnya terletak pada integrasi platform Blynk yang mampu menampilkan visualisasi biner status hama sekaligus data numerik jarak deteksi objek secara real-time. Selain itu, perangkat ini dikemas dalam kotak proteksi portabel bertenaga powerbank dengan desain pintu maintenance yang adaptif, sehingga sangat efisien untuk ditempatkan langsung di titik-titik strategis area persawahan tanpa ketergantungan pada listrik AC.