Masa pubertas merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional yang memerlukan pendampingan dari lingkungan keluarga, khususnya orang tua. Namun demikian, masih banyak orang tua yang mengalami kesulitan dalam memberikan informasi dan pendampingan terkait pubertas karena keterbatasan pengetahuan, budaya tabu, serta rendahnya keterampilan komunikasi dengan remaja. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan seperti perilaku berisiko, rendahnya kesehatan reproduksi, gangguan kesehatan mental, hingga konflik dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pendampingan masa pubertas serta meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan remaja melalui program parenting berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Anggrek Putih Kalisogo, Desa Banyuurip, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dengan melibatkan 17 orang tua dan 40 remaja. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan edukasi, evaluasi, dan refleksi bersama masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one group pretest-posttest melalui instrumen tes pengetahuan sebanyak 10 butir soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok sasaran. Pada kelompok orang tua (n=17), nilai rata-rata meningkat dari 48 menjadi 82 (kenaikan 34 poin), sedangkan pada kelompok remaja (n=40), nilai rata-rata meningkat dari 51 menjadi 76 (kenaikan 25 poin). Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi efektif meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi masa pubertas sekaligus meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 5 (Gender Equality) melalui penguatan kapasitas keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi remaja.