p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sriwijaya Bioscientia
Harmida
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan tumbuhan dalam ritual Adat Suku Komering: kajian etnobotani di Desa Kotanegara, OKU Timur Harmida; Bunga Agustini; Nita Aminasih
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat masyarakat Suku Komering di Desa Kotanegara, Kabupaten OKU Timur, melalui pendekatan etnobotani. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterlibatan dalam praktik adat.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis ritual adat yang masih dilaksanakan, dengan melibatkan 32 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 21 famili. Analisis kuantitatif menggunakan indeks Species Use Value (SUV) dan Family Use Value (FUV) menunjukkan bahwa Cocos nucifera memiliki nilai guna spesies tertinggi, sedangkan famili Magnoliaceae memiliki nilai guna famili tertinggi. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bunga, yang umumnya berkaitan dengan fungsi simbolik dan estetika dalam ritual.Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat tidak hanya didasarkan pada aspek fungsional, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan etnobotani memiliki peran penting dalam pelestarian budaya serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Profil metabolit dan bioaktivitas daun rumput israel (Asystasia gangetica (L.) T. Anderson) Putri Anggraini; Juswardi; Harmida
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.2.2026.591

Abstract

Rumput israel (Asystasia gangetica (L.) T. Anderson) merupakan gulma dari famili Acanthaceae yang berpotensi sebagai tanaman obat karena kaya akan senyawa metabolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil metabolit daun A. gangetica menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) serta menelusuri potensi bioaktivitasnya. Ekstraksi daun dilakukan menggunakan etanol 70% dengan metode Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE), disentrifugasi pada 12.500 × g selama 15 menit, kemudian dianalisis menggunakan GC-MS. Identifikasi dan klasifikasi senyawa dilakukan berdasarkan basis data NIST, PubChem, KEGG, ChEBI, dan ClassyFire, sedangkan potensi bioaktivitas ditelusuri melalui studi literatur. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasi 38 senyawa metabolit dengan total kelimpahan relatif sebesar 90,15% yang terbagi ke dalam 17 kelompok senyawa. Lima senyawa dominan yang terdeteksi meliputi 9,12,15-octadecatrienoic acid methyl ester (10,76%), trans-13-octadecenoic acid (9,53%), 4H-pyran-4-one,2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl (9,48%), dimethyl palmitamine (9,07%), dan n-hexadecanoic acid (8,06%). Kelompok senyawa utama didominasi oleh ester asam lemak (31,96%), asam lemak (20,08%), dan fenolik (10,81%). Selain itu, teridentifikasi empat senyawa asam lemak omega, yaitu 9,12,15-octadecatrienoic acid methyl ester (omega-3), trans-13-octadecenoic acid (omega-5), cis-vaccenic acid (omega-7), dan 9-octadecenoic acid (omega-9). Senyawa-senyawa tersebut berpotensi memiliki aktivitas utama sebagai antiinflamasi, antioksidan, antijamur, antibakteri, dan antikanker. Hasil ini menunjukkan bahwa daun A. gangetica berpotensi sebagai sumber bahan alam untuk pengembangan produk farmasi, kesehatan, pangan, dan pakan.