Rendahnya aktivitas belajar siswa berdampak pada prestasi akademik yang cenderung rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) dalam konteks pembelajaran fisika untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik statis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMPN, dengan kelas IX A sebagai kelas kontrol (menerapkan model konvensional/teknik ceramah) dan kelas IX B sebagai kelas eksperimen (menerapkan model PBL), masing-masing berjumlah 25 siswa. Instrumen berupa 6 soal uraian yang mengukur ranah kognitif C1-C4, telah diuji validitas (seluruh butir valid dan signifikan) dan reliabilitas (koefisien 0,88, kategori sangat tinggi). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-Test, dan perhitungan N-Gain. Nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen meningkat dari 6,32 menjadi 10,72 (naik 70%), sedangkan kelas kontrol meningkat dari 6,32 menjadi 7,60 (naik 20%). Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar kedua kelas. Persentase perbandingan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 41%. Nilai N-Gain kelas eksperimen (PBL) sebesar 0,38 termasuk kategori peningkatan sedang, sedangkan kelas kontrol (teknik ceramah) sebesar 0,1 termasuk kategori peningkatan rendah. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan teknik ceramah dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik statis.