Hanim Rahayuani Ratnaningsih
Universitas JenderaL Soedirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Solusi Mengolah Sampah Organik Menjadi Produk Eco Enzim, Deseminasi di Desa Kalisube: Solutions for Processing Organic Waste into Eco Enzyme Products, Dissemination in Kalisube Village Hanim Rahayuani Ratnaningsih; Mei Arya Dhama; Yumnadiya Haikal; Salma Anggun Kharisma; Amira Shaliha Zahra; Rajwa; Agung Bagaskoro Dwiputro; Mohammad Gibran Rifa’I; Nasywa Ikhnaton; Steve Vincent Theodore Silitonga; Vallen Sativa Zabrina; Revita Yuliana; Shela Adinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.110

Abstract

Pendahuluan: Melimpahnya produksi sampah organik dimasyarakat desa Kalisube kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas memunculkan ide mahasiswa untuk mengolah sampah organik menjadi limbah yang berharga dalam bentuk eco enzyme. Eco-enzyme adalah cairan yang dihasilkan melalui fermentasi sisa sayuran dan buah dengan campuran gula serta air, dan memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk, dan pestisida organik. Tujuan kegiatan ini adalah (1) membekali ibu-ibu kader PKK dengan keterampilan mengolah sampah organik menjadi produk yang berguna, dan (2) meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Metode: Program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Jendral Soedirman dibulan Agustus tahun 2025 melaksanakan deseminasi pembuatan eco-enzyme sebagai solusi pengelolaan limbah organik rumah tangga yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi, pemberian contoh produk, serta diskusi interaktif. Hasil: Pelaksanaan kegiatan memperlihatkan respons positif dan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep, manfaat, dan proses pembuatan eco-enzyme. Kesimpulan: Produk eco enzyme diharapkan mampu menekan jumlah sampah organik, memberikan nilai ekonomi tambahan, serta mendorong kemandirian dan kepedulian lingkungan masyarakat Desa Kalisube.
KARAKTERISASI SIFAT KIMIA TANAH DAN PENENTUAN KEBUTUHAN KAPUR PADA LAHAN MARGINAL UNTUK MENDUKUNG PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG Hanim Rahayuani Ratnaningsih; Joko Maryanto; Simbar Sulanjari Susanto; Taufik Walinono; Prasmadji Sulistyanto
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/gxg6zw93

Abstract

Lahan marginal memiliki keterbatasan sifat kimia tanah, terutama kemasaman tinggi yang berdampak pada rendahnya ketersediaan hara dan meningkatnya toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah serta menentukan kebutuhan kapur sebagai upaya perbaikan kesuburan tanah pada lahan marginal di Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengambilan sampel tanah secara purposive sampling pada kedalaman 0–20 cm dan 20–40 cm, kemudian dianalisis parameter pH tanah, aluminium dapat ditukar (Al-dd), dan hidrogen dapat ditukar (H-dd). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah tergolong masam dengan pH 4,78–5,00, kandungan Al-dd sebesar 0,86–1,04 cmol(+)/kg, dan H-dd sebesar 3,22–4,20 cmol(+)/kg, yang mengindikasikan tingginya kemasaman tanah dan potensi toksisitas aluminium. Kondisi ini menyebabkan penurunan ketersediaan unsur hara, khususnya fosfor, serta menghambat pertumbuhan akar tanaman. Hubungan antara pH dan Al-dd menunjukkan kecenderungan bahwa semakin rendah pH tanah, semakin tinggi kelarutan aluminium. Berdasarkan analisis, kebutuhan kapur sebesar 500 kg/ha direkomendasikan untuk meningkatkan pH tanah, menekan aktivitas aluminium, dan memperbaiki ketersediaan hara. Dengan demikian, pengapuran berbasis analisis sifat kimia tanah menjadi strategi efektif dalam pengelolaan lahan marginal untuk mendukung produktivitas tanaman jagung secara berkelanjutan.