Lahan marginal memiliki keterbatasan sifat kimia tanah, terutama kemasaman tinggi yang berdampak pada rendahnya ketersediaan hara dan meningkatnya toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah serta menentukan kebutuhan kapur sebagai upaya perbaikan kesuburan tanah pada lahan marginal di Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengambilan sampel tanah secara purposive sampling pada kedalaman 0–20 cm dan 20–40 cm, kemudian dianalisis parameter pH tanah, aluminium dapat ditukar (Al-dd), dan hidrogen dapat ditukar (H-dd). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah tergolong masam dengan pH 4,78–5,00, kandungan Al-dd sebesar 0,86–1,04 cmol(+)/kg, dan H-dd sebesar 3,22–4,20 cmol(+)/kg, yang mengindikasikan tingginya kemasaman tanah dan potensi toksisitas aluminium. Kondisi ini menyebabkan penurunan ketersediaan unsur hara, khususnya fosfor, serta menghambat pertumbuhan akar tanaman. Hubungan antara pH dan Al-dd menunjukkan kecenderungan bahwa semakin rendah pH tanah, semakin tinggi kelarutan aluminium. Berdasarkan analisis, kebutuhan kapur sebesar 500 kg/ha direkomendasikan untuk meningkatkan pH tanah, menekan aktivitas aluminium, dan memperbaiki ketersediaan hara. Dengan demikian, pengapuran berbasis analisis sifat kimia tanah menjadi strategi efektif dalam pengelolaan lahan marginal untuk mendukung produktivitas tanaman jagung secara berkelanjutan.