Rahayu Sumaningsih
Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Magetan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Case Report: Kehamilan Risiko Sangat Tinggi Karena Ketidaktahuan Mengenai Perbedaan Perimenopause dan Tanda Kehamilan Erlis Listian; Rahayu Sumaningsih; Teta Puji Rahayu; NurweningTyas Wisnu
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2332

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan pada usia 44 tahun akibat kurangnya pemahaman mengenai perbedaan tanda perimenopause dan kehamilan termasuk dalam kategori kehamilan risiko sangat tinggi yang berpotensi menimbulkan komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan, hipertensi, diabetes gestasional, anemia, dan berat badan lahir rendah (BBLR). Laporan Tugas Akhir ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan case report.Metode: Menggunakan metode case report dengan manajemen asuhan kebidanan SOAP (Subjektif, Objektif, Assessment, dan Penatalaksanaan) pada Ny. T, G4P3A0 usia 44 tahun dengan jarak kehamilan >10 tahun. Hasil dan Pembahasan: Pengkajian menunjukkan kehamilan tidak direncanakan karena ibu menganggap amenore sebagai tanda menopause. Skor KSPR sebesar 14 menunjukkan kehamilan risiko sangat tinggi sehingga persalinan direncanakan di rumah sakit. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia ringan (Hb 10,3 g/dL). Asuhan meliputi persiapan psikologis, konseling Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), serta konseling pemilihan kontrasepsi pascapersalinan. Simpulan: Asuhan kebidanan komprehensif berhasil mencegah terjadinya preeklamsia, perdarahan, hipertensi, dan diabetes gestasional. Ibu masih mengalami anemia ringan dan melahirkan bayi dengan BBLR. Peningkatan kualita ANC sejak dini diperlukan untuk mencegah komplikasi pada kehamilan risiko sangat tinggi. Pada akhir asuhan, ibu memilih melahirkan di rumah sakit dan menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan.