Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi keselamatan kebakaran kendaraan bermotor Yulianto Sulistyo Nugroho; Reza Adyanto Nugroho; Mohammad Adhitya; Muhammad Agung Santoso
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/qmde8743

Abstract

Risiko kebakaran kendaraan bermotor terus meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi kendaraan bermotor serta mobilitas masyarakat. Kebakaran kendaraan bermotor dapat terjadi di perjalanan, di stasiun pengisian bahan bakar umum atau di dalam bangunan saat kendaraan di parkir. Kebakaran kendaraaan bermotor bukan saja menimbulkan kerusakan pada kendaraan, bangunan gedung parkir, tetapi juga dapat mengakibatkan cidera bahkan fatalitas penumpang kendaraan bermotor tersebut. Risiko kebakaran kendaraan bermotor baik berupa kendaraan dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine - ICE) atau kendaraan listrik (electric vehicle – EV) ditandai dengan laju pelepasan kalor (heat release rate) akibat terbakarnya komponen / bahan mampu bakar yang ada di dalam kendaraan, maupun terbakarnya bahan bakar atau baterei sebagai sumber energi penggerak utama kendaraan bermotor. Untuk memberikan Gambaran mengenai risiko kebakaran kendaraan bermotor, makalah ini menyajikan metode pengukuran laju pelepasan kalor, kaji literatur hasil pengukuran eksperimental, dan evaluasi keselamatan kebakaran kendaraan bermotor sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan keselamatan masyarakat pada umumnya.   
Optimizing the performance of gasoline-ethanol-methanol fueled engines with variations in the air-fuel ratio Mokhtar; Danardono Agus Sumarsomo; Askar Adika Agama; Mohammad Adhitya
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/638pey73

Abstract

The 125 cc, four-stroke, air-cooled, electronic fuel injection SI engine for motorcycles was used to compare the effects of mixing methanol and ethanol with gasoline on engine power, fuel efficiency, and engine emissions. The test took place on the engine test bench. the fuel blending variation is 80% gasoline with various methanol-ethanol percentages. The result shows that The maximum torque value of all fuel mixture variants is achieved in the M20 mixture at λ= 0.9 at 6000 RPM, namely 8.52 Nm. The power value shows the highest value in the M20 mixture with λ= 1.1, namely 6.45 kW and the lowest value of SFC is 266.3 g/KWh obtained by the E10M10 mixture at 6000 RPM engine speed at λ=1.3
Tahapan Dalam Desain Konseptual Mobil terbang Bersayap Tetap Mohammad Adhitya; Ridho Irwansyah
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/y76aae85

Abstract

Mobil terbang adalah suatu wahana yang harus mampu beroperasi di jalan raya selayaknya mobil yang kita ketahui secara umum yang wajib memenuhi regulasi mobil raya meliputi dimensi dan hal-hal lain untuk memastikan keselamatan di jalan raya. Mobil terbang di sisi lain saat berfungsi sebagai pesawat terbang relatif tidak dibatasi dalam hal dimensi namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh aspek aerodinamika yang sangat dipengaruhi oleh perbandingan gaya angkat terhadap gaya berat pesawat (lift to weight ratio). Meskipun dinamakan sebagai mobil terbang, namun dari segi teknis dan tahapan desainnya, wahana ini lebih merupakan suatu pesawat terbang yang didesain sedemikian rupa agar dimensi serta sistem roda penopangnya dapat memenuhi fungsi dan regulasi dari suatu mobil. Dalam tulisan ini disampaikan suatu tahapan terstruktur dalam mendesain suatu mobil terbang yang merupakan kombinasi dari parameter-parameter penting suatu desain mobil dan pesawat terbang yang terdiri dari 8 tahapan yaitu 1. Requirements, 2. Weight estimation, 3. Critical performance parameters, 4. Configuration layout, 5. Force analysis due to CG position, 6. Better weight estimation, 7. Performance analysis, dan 8. Optimization. Hasil dari tahapan ini tentunya berupa desain mobil terbang yang dapat memenuhi fungsinya sebagai mobil yang memenuhi regulasi jalan raya dan sebagai pesawat terbang.
Dynamometer Testing of Electric Vehicles: Methods, Standards, and Emerging Trends Rahmat Noval; Asep Apriana; Danardono Agus Sumarson; Ghany Heryana; Fuad Zainuri; Mohammad Adhitya; Muhammad Hidayat Tullah; Fuzi Rachmat Ramdhan
Recent in Engineering Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Articles in Press
Publisher : MBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59511/riestech.v4i3.133

Abstract

Dynamometer testing (dynotest) is essential for evaluating electric vehicle (EV) performance under controlled laboratory conditions, enabling repeatable measurement of power, torque, efficiency, and energy consumption while emulating real-world driving cycles. This review surveys recent developments in EV dynotesting, highlighting IEEE and international test standards, key performance parameters, and evolving methodologies. We compare chassis and hub dyno architectures, including new “vehicle-in-the-loop” and modular test benches, and discuss integration of hardware-in-the-loop (HIL) simulation for real-time controller validation. Standardized drive cycles (e.g. WLTP, EPA/UDDS, JC08) are widely used on dynos to benchmark EV energy use. We summarize representative studies that apply dynotests to EV powertrains, including single-motor and dual-/multi-motor drivetrains. Emerging challenges are reviewed: bidirectional (regen) energy flow, thermal management under high load, synchronization of multiple drive units and batteries, and specialized needs for all-wheel-drive (AWD) and multi-motor EV testing. The review concludes that comprehensive dynotest methods, combined with rigorous standards, HIL integration, and advanced data analysis, are critical for validating next-generation EV drivetrains and enabling accurate energy-consumption benchmarking. Future work should address remaining gaps in multi-axis dyno platforms, long-term durability tests, and AI-driven real-time analysis during dyno runs.