Implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen formatif sebagai komponen utama dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, praktik pelaksanaannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih menunjukkan variasi dan tantangan yang memerlukan kajian lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi, praktik implementasi, serta tantangan asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang 2019-2025 dengan seleksi berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup relevansi topik, kesesuaian konteks Kurikulum Merdeka, dan fokus pada asesmen formatif. Sebanyak sepuluh artikel terpilih dianalisis secara komprehensif untuk mengidentifikasi pola, temuan utama, dan kesenjangan penelitian. Hasil SLR menunjukkan bahwa asesmen formatif memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi membaca, menulis, menyimak, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Integrasi asesmen formatif dalam bahan ajar dan praktik pengajaran terbukti meningkatkan kualitas umpan balik, mendukung pembelajaran berdiferensiasi, dan memperkuat pemantauan perkembangan belajar. Namun demikian, hambatan seperti keterbatasan kompetensi guru, keterbatasan instrumen asesmen, dan rendahnya pemanfaatan data asesmen masih menghambat implementasi optimal. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru, penyediaan bahan ajar yang terintegrasi asesmen formatif, serta dukungan kebijakan yang lebih sistematis. Temuan SLR ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru, pengembang kurikulum, dan peneliti dalam merancang strategi asesmen formatif yang lebih efektif dan kontekstual pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka.