Sabrina Izzatul Jannah
Pascasarjana Universitas Islam Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MERANCANG STRUKTUR KEILMUAN PAI YANG ADAPTIF DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DIGITAL Sabrina Izzatul Jannah; Irawan Irawan
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.9434

Abstract

The rapid development of digital information technology has changed the educational paradigm, including in Islamic Religious Education (PAI), which demands an adaptive scientific structure to optimize learning potential. This study aims to design an PAI scientific structure relevant to digital dynamics and formulate an implementation strategy. Using a qualitative approach with secondary data analysis from scientific journals, reports, and interviews, this study explores the integration of technology in the PAI curriculum. The findings indicate that the use of digital platforms such as Google Classroom, Zoom, and interactive quiz applications significantly increases student engagement and understanding of the material. As empirical evidence, in one school in Jakarta, the integration of digital learning applications was proven to boost students' final exam scores by up to 20% compared to conventional methods. Furthermore, technology facilitates independent and collaborative learning through social media, which enriches students' religious insights. The main conclusion of this study confirms that the transformation of the PAI curriculum that is responsive to technology, balanced with digital literacy and ethics, is a crucial step to increase learning effectiveness and prepare the younger generation of Muslims to face global challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi digital yang pesat telah mengubah paradigma pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), yang menuntut adanya struktur keilmuan yang adaptif guna mengoptimalkan potensi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan merancang struktur keilmuan PAI yang relevan dengan dinamika digital dan merumuskan strategi implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan, dan wawancara, penelitian ini mengeksplorasi integrasi teknologi dalam kurikulum PAI. Temuan menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital seperti Google Classroom, Zoom, dan aplikasi kuis interaktif secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman materi. Sebagai bukti empiris, di salah satu sekolah di Jakarta, integrasi aplikasi pembelajaran digital terbukti mendongkrak nilai ujian akhir siswa hingga 20% dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi memfasilitasi pembelajaran mandiri dan kolaboratif melalui media sosial, yang memperkaya wawasan keagamaan siswa. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa transformasi kurikulum PAI yang responsif terhadap teknologi, diimbangi dengan literasi digital dan etika, merupakan langkah krusial untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mempersiapkan generasi muda Muslim menghadapi tantangan global.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP DARUN NUR DJATI BEKASI Sabrina Izzatul Jannah; Acep Heris Hermawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i4.14912

Abstract

ABSTRACT Learning in Islamic Religious Education and Character Education within the Merdeka Curriculum requires instructional materials capable of connecting religious values with issues that are closely related to students’ lived experiences. This need provides the basis for examining the integration of Problem-Based Learning (PBL) into the development of a teaching module on Honest and Trustworthy Behavior at SMP Darun Nur Djati Bekasi. This study employed library research by identifying, selecting, categorizing, and examining books, policy documents, and scholarly journal articles related to the Merdeka Curriculum, teaching modules, PBL, and Islamic Religious Education. Information gathered from these sources was subsequently compared and synthesized through content analysis to map the principles and five stages of PBL into a structured learning design. The synthesis produced a framework incorporating problem orientation, student organization, individual and group investigation, presentation of outcomes, and evaluation of the problem-solving process. These stages were translated into contextual cases, exploration of Qur'anic verses and hadith, group discussions, solution development, presentations, and reflective activities. The resulting framework positions PBL as an organizing foundation for learning activities while providing a conceptual basis for developing a contextual Islamic Religious Education teaching module that encourages students’ active engagement. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka memerlukan perangkat yang mampu membawa nilai keagamaan ke dalam persoalan yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Kebutuhan tersebut menjadi dasar pengkajian integrasi Problem Based Learning (PBL) dalam penyusunan Modul Ajar pada materi Perilaku Jujur dan Amanah di SMP Darun Nur Djati Bekasi. Kajian dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelusuri, menyeleksi, mengelompokkan, dan menganalisis buku, dokumen kebijakan, serta artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, modul ajar, PBL, dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Informasi dari berbagai sumber kemudian dibandingkan dan disintesiskan melalui analisis isi (content analysis) untuk memetakan prinsip serta lima sintaks PBL ke dalam rancangan kegiatan pembelajaran. Sintesis kajian menghasilkan rancangan yang mengintegrasikan orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, penyelidikan individu dan kelompok, penyajian hasil, serta evaluasi proses pemecahan masalah. Kelima tahapan tersebut diterjemahkan melalui kasus kontekstual, penelusuran dalil Al-Qur'an dan hadis, diskusi, penyusunan solusi, presentasi, dan refleksi. Rancangan ini menempatkan PBL sebagai kerangka pengorganisasian aktivitas belajar sekaligus memberikan dasar konseptual bagi pengembangan Modul Ajar PAI yang kontekstual dan melibatkan peserta didik secara aktif.