ABSTRACT Learning in Islamic Religious Education and Character Education within the Merdeka Curriculum requires instructional materials capable of connecting religious values with issues that are closely related to students’ lived experiences. This need provides the basis for examining the integration of Problem-Based Learning (PBL) into the development of a teaching module on Honest and Trustworthy Behavior at SMP Darun Nur Djati Bekasi. This study employed library research by identifying, selecting, categorizing, and examining books, policy documents, and scholarly journal articles related to the Merdeka Curriculum, teaching modules, PBL, and Islamic Religious Education. Information gathered from these sources was subsequently compared and synthesized through content analysis to map the principles and five stages of PBL into a structured learning design. The synthesis produced a framework incorporating problem orientation, student organization, individual and group investigation, presentation of outcomes, and evaluation of the problem-solving process. These stages were translated into contextual cases, exploration of Qur'anic verses and hadith, group discussions, solution development, presentations, and reflective activities. The resulting framework positions PBL as an organizing foundation for learning activities while providing a conceptual basis for developing a contextual Islamic Religious Education teaching module that encourages students’ active engagement. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka memerlukan perangkat yang mampu membawa nilai keagamaan ke dalam persoalan yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Kebutuhan tersebut menjadi dasar pengkajian integrasi Problem Based Learning (PBL) dalam penyusunan Modul Ajar pada materi Perilaku Jujur dan Amanah di SMP Darun Nur Djati Bekasi. Kajian dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelusuri, menyeleksi, mengelompokkan, dan menganalisis buku, dokumen kebijakan, serta artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, modul ajar, PBL, dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Informasi dari berbagai sumber kemudian dibandingkan dan disintesiskan melalui analisis isi (content analysis) untuk memetakan prinsip serta lima sintaks PBL ke dalam rancangan kegiatan pembelajaran. Sintesis kajian menghasilkan rancangan yang mengintegrasikan orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, penyelidikan individu dan kelompok, penyajian hasil, serta evaluasi proses pemecahan masalah. Kelima tahapan tersebut diterjemahkan melalui kasus kontekstual, penelusuran dalil Al-Qur'an dan hadis, diskusi, penyusunan solusi, presentasi, dan refleksi. Rancangan ini menempatkan PBL sebagai kerangka pengorganisasian aktivitas belajar sekaligus memberikan dasar konseptual bagi pengembangan Modul Ajar PAI yang kontekstual dan melibatkan peserta didik secara aktif.