Mohd Syaubari bin Othman
Universiti Pendidikan Sultan Idris

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontekstualisasi Pendidikan Agama Islam melalui Nilai Aswaja An-Nahdliyah pada Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Makhfud Syawaludin; Pinctada Putri Pamungkas; Mohd Syaubari bin Othman
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.1246

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian memaknai dan menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, yaitu tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh, dalam menghadapi tantangan industri pangan halal, transformasi digital, dan keberagaman masyarakat Indonesia. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan strategi studi dokumentasi terhadap tiga jawaban esai mahasiswa pada mata kuliah Aswaja, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan: Diperoleh empat tema utama, yaitu (1) Aswaja sebagai landasan etika profesional yang tercermin dalam kejujuran ilmiah dan tanggung jawab keamanan pangan; (2) internalisasi nilai Aswaja dalam menghadapi industri halal dan era digital yang menumbuhkan sikap kritis-adaptif terhadap teknologi; (3) Aswaja sebagai fondasi moderasi beragama dalam kehidupan multikultural; dan (4) implikasinya bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual. Implikasi: Temuan ini relevan bagi pengembangan metode pembelajaran Aswaja berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi, baik pada pendidikan tinggi vokasi maupun pendidikan menengah kejuruan. Orisinalitas: Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian internalisasi Aswaja yang selama ini didominasi konteks pesantren dan organisasi kemahasiswaan, dengan menelusurinya pada mahasiswa bidang sains terapan.