Critical thinking is an essential skill that students must possess to face the challenges of the 21st century. This ability helps students analyze information, make decisions, and solve problems logically. However, international assessment results such as PISA 2022 indicate that Indonesian students still have low literacy and numeracy levels, reflecting weak critical thinking skills. One of the subjects relevant to the development of critical thinking is Social Studies. This subject equips students with an understanding of history, geography, economics, and social life, which can encourage reflective and analytical thinking. Therefore, the effectiveness of Social Studies instruction is key to enhancing critical thinking skills. This study aims to examine how Social Studies instruction is implemented to develop the critical thinking skills of Grade VIII students at MTs Hidayatul Mubtadi’in, how students perceive the relevance of the subject and its teaching methods, and how effective Social Studies is in enhancing critical thinking. The research uses a mixed-methods approach, collecting quantitative data through the Critical Thinking Questionnaire and analyzing it using SPSS. The qualitative approach is carried out through interviews, classroom observations, and document analysis of student assignments. The results show that Social Studies instruction at MTs Hidayatul Mubtadi’in has contributed to improving students' critical thinking skills. Interactive methods such as discussions, case studies, and problem-based learning have proven to be effective. Most students demonstrated critical thinking abilities ranging from moderate to high levels, although some were still in the low category. Thus, Social Studies instruction plays an important role in developing students' critical thinking skills. However, improvements and innovations in teaching are still needed to achieve more equitable and optimal outcomes across all student groups. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Kemampuan ini membantu siswa menganalisis informasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah secara logis. Namun, hasil asesmen internasional seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa literasi dan numerasi siswa Indonesia masih rendah, mencerminkan lemahnya kemampuan berpikir kritis. Salah satu mata pelajaran yang relevan dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran ini membekali siswa dengan pemahaman tentang sejarah, geografi, ekonomi, dan kehidupan sosial yang dapat mendorong mereka berpikir secara reflektif dan analitis. Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran IPS menjadi kunci dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran IPS diterapkan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di MTs Hidayatul Mubtadi’in, serta bagaimana pandangan siswa terhadap relevansi mata pelajaran IPS dan metode pengajarannya dan bagaimana evektivitas mata pelajaran IPS yang diterapkan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian menggunakan metode campuran, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui Critical Thinking Questionnaire dan analisis menggunakan SPSS. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen tugas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di MTs Hidayatul Mubtadi’in telah berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode interaktif seperti diskusi, studi kasus, dan problem-based learning terbukti efektif. Sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam kategori sedang hingga tinggi, meskipun masih ada yang berada di kategori rendah. Dengan demikian, pembelajaran ilmu pengetahuan sosial berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, masih diperlukan perbaikan dan inovasi pembelajaran agar hasil yang dicapai dapat lebih merata dan optimal di semua kelompok siswa.