Sri Yahfi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKAM SUNAN BONANG TUBAN SEBAGAI PRANATA SOSIAL ISLAM: KAJIAN HISTORIS DAN BUDAYA ISLAM Sri Yahfi; Dudung Abdurrahman; Ahmad Ghozi; Nailul Fauziyah; M. Zainuddin
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.22644

Abstract

Saints’ tombs function not only as burial sites for religious figures but also as social institutions that shape norms, religious authority, and social relations within Muslim communities. This article examines the Tomb of Sunan Bonang in Tuban as an Islamic social institution through historical and cultural perspectives. The study employs a qualitative method using social historical and cultural approaches. Data were collected through literature review of historical sources, previous scholarly works, and documents related to pilgrimage practices and site management at the Tomb of Sunan Bonang. The findings reveal that the tomb serves as a medium for transmitting Islamic values, legitimizing religious authority, and exercising symbolic control over religious practices. Furthermore, the management of the site reflects power relations manifested through spatial organization, regulation of pilgrims’ behaviour, and surveillance mechanisms aimed at preserving sacredness while accommodating cultural heritage protection and religious tourism. In the context sacred traditions, local culture, and economic interests. This study concludes that the Tomb of Sunan Bonang should be understood not merely as a. historical or ritual space, but as a dynamic Islamic social institution that plays a crucial role in sustaining religious life and social order within Javanese Muslim society. ABSTRAK Makam wali tidak hanya berfungsi sebagai situs pemakaman tokoh agama, tetapi juga sebagai pranata sosial yang berperan dalam pembentukan norma, otoritas keagamaan, dan relasi sosial masyarakat Muslim. Artikel ini bertujuan menganalisis Makam Sunan Bonang Tuban sebagai pranata sosial Islam melalui pendekatan historis dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial dan kajian budaya. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap sumber-sumber historis, hasil penelitian terdahulu, serta analisis dokumen terkait pengelolaan dan praktik ziarah di Makam Sunan Bonang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Sunan Bonang berfungsi sebagai ruang transmisi nilai keislaman, legitimasi otoritas seligius, dan control simbolik terhadap praktik keagamaan masyarakat. Selain itu, pengelolaan makam mencerminkanadanya relasi kuasa melalui pengaturan ruang, regulasi perilaku peziarah, dan mekanisme pengawasan yang bertujuan menjaga kesakralan sekaligus mendukung kepentingan pelestarian dan pariwisata religi. Dalam konteks modernisasi, makam Sunan Bonang mengalami proses negosiasi antara kesakralan, tradisi local, dan logika ekonomi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Makam Sunan Bonang tidak dapat dipahami semata-mata sebagai situs sejarah atau ruang ritual, melainkan sebagai pranata sosial Islam yang dinamis dan berperan penting dalam membentuk keberagaman masyarakat Islam Jawa secara berkelanjutan.