Kholifah
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Gizi Kurang: Evaluation of the Supplementary Feeding Program for Underweight Toddlers Ida Sofiyanti; Kholifah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4633

Abstract

The government implemented the Supplementary Feeding Programme (PMT) to address the problem of under-five nutrition. The implementation of the PMT programme needs to be evaluated to improve the quality of implementation so as to achieve the set objectives. This study aimed to evaluate the PMT programme made from Local Food Ingredients at Public Health Center Bojong I in Pekalongan district. The research design was qualitative with phenomenological approach in June 2025. The research subjects consisted of main informants, namely the head of the health centre, nutrition officer, MCH coordinator midwife and village midwife. Triangulation informants consisted of health cadres and mothers of under-fives who were malnourished. The sampling technique used convenience sampling. The research instruments were interview guidelines, recording devices and note-taking tools. Data validity used source triangulation. Data analysis was interactive model. Resources in the implementation of the PMT programme at Public Health Center Bojong I involve the head of the public health center, nutrition officers, MCH coordinator midwives and village midwives. Planning includes determining the number of targets, types and ingredients of food, budget and training for village midwives. Implementation of the PMT programme has been carried out in accordance with the technical guidelines, but still faces obstacles. The immediate result of the PMT programme was increase in body weight of undernourished children. The short-term results of the PMT programme was increased knowledge about toddler nutrition and improved skills in feeding malnourished toddlers. The supplementary feeding programme for undernourished children has been running but there are still obstacles. Innovate PMT by involving nutritionists and cadres with attractive local food ingredients that are appealing to toddlers.   Abstrak Pemerintah melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mengatasi masalah gizi kurang balita. Pelaksanaan program PMT perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal di Puskesmas Bojong I Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2025. Subyek penelitian terdiri dari informan utama yaitu kepala puskesmas, petugas gizi, bidan koordinator KIA dan bidan desa. Informan triangulasi terdiri dari kader kesehatan dan ibu balita yang memiliki gizi kurang. Teknik sampling menggunakan convenience sampling. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara, alat perekam dan alat pencatat. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yaitu model interaktif. Sumber daya dalam pelaksanaan program PMT di Puskesmas Bojong I melibatkan kepala puskesmas, petugas gizi, bidan koordinator KIA dan bidan desa. Perencanaan meliputi menentukan jumlah sasaran, jenis dan bahan makanan, anggaran dan pelatihan bagi bidan desa. Pelaksanaan program PMT telah dilakukan sesuai dengan juknis, namun masih menghadapi kendala. Hasil langsung yang diperoleh dari program PMT adalah peningkatan berat badan balita gizi kurang. Hasil jangka pendek dari program PMT adalah peningkatan pengetahuan tentang gizi balita dan peningkatan ketrampilan dalam pemberian makanan pada balita gizi kurang. Program pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang sudah berjalan namun masih dijumpai kendala. Melakukan inovasi PMT dengan melibatkan petugas gizi dan kader dengan bahan makanan lokal yang menarik dengan cita rasa yang disukai balita.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny” N” Umur 33 Tahun G3P2A0 di Puskesmas Bojong I Kab. Pekalongan Kholifah; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) in midwifery is an important approach to reduce maternal and neonatal mortality rates through comprehensive and continuous services from pregnancy to family planning. This study aimed to provide continuous midwifery care for Mrs. N, aged 33 years, at Bojong I Public Health Center, Pekalongan Regency. This study used a descriptive case study approach. Care was provided from the third trimester of pregnancy, labor, newborn care, postpartum period, to family planning, with data collected through interviews, observation, physical examination, and SOAP documentation. The results showed that the pregnancy progressed normally without complications. Labor occurred at 38 weeks of gestation and was completed safely. The newborn was in good condition with normal growth up to 28 days. The postpartum period was uneventful, with good uterine involution and adequate breastfeeding. The client chose a three-month injectable contraceptive as a postpartum family planning method.In conclusion, Continuity of Care can be effectively implemented and contributes to maintaining maternal and infant health while preventing complications.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care/CoC) merupakan pendekatan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan yang komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. N umur 33 tahun di Puskesmas Bojong I Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan diberikan sejak trimester III kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas hingga keluarga berencana, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung normal tanpa komplikasi. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu dan berlangsung dengan aman. Bayi lahir dalam kondisi baik dengan pertumbuhan normal hingga usia 28 hari. Masa nifas berjalan normal dengan involusi uterus yang baik dan produksi ASI yang cukup. Klien memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode keluarga berencana pasca salin. Kesimpulannya, asuhan kebidanan berkelanjutan dapat dilaksanakan secara efektif dan berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mencegah komplikasi.