Mutia Bustamam
Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Agama Islam Pra Sekolah untuk Menguatkan Nilai-Nilai Keislaman Anak Usia Dini Mutia Bustamam
Jurnal Seumubeuet Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Seumubeuet
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/jsmbt.v5i1.299

Abstract

Islamic religious education at the preschool level plays an essential role in developing children’s faith, moral character, worship habits, and social behavior from an early age. However, its implementation in some educational institutions remains limited to routine religious activities that are not systematically, integratively, and sustainably managed. This study aims to analyze the management of preschool Islamic religious education and explain its role in strengthening Islamic values among young children. The study employed a descriptive qualitative library research method. Data were obtained from books, journal articles, research reports, and scholarly documents related to educational management, Islamic religious education, preschool education, and children’s religious development. The data were collected through documentation and analyzed using content analysis involving selection, classification, comparison, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that strengthening Islamic values requires the integrated implementation of planning, organizing, actuating, supervising, and evaluating functions. Islamic education programs become more effective when delivered through exemplary behavior, habituation, Islamic stories, educational games, simple worship practices, and direct experiences appropriate to children’s developmental stages. The involvement of school principals, teachers, parents, and the surrounding environment also determines the continuity of religious habituation between school and home. This study concludes that preschool Islamic religious education should not merely be implemented as a series of routine activities but should be managed systematically, collaboratively, contextually, and continuously. The study contributes to the field by offering a conceptual framework for managing preschool Islamic religious education that emphasizes the development of children’s Islamic behavior and daily religious habits.
Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI Untuk Mencerdaskan Wawasan Keagamaan Mahasiswa PTKI Mutia Bustamam
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/k52ded39

Abstract

Moderasi beragama merupakan nilai penting dalam kehidupan beragama di masyarakat majemuk, namun implementasinya dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dan menilai kontribusinya dalam mencerdaskan wawasan keagamaan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah library research dengan mengkaji berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi seperti toleransi (tasamuh), keadilan (ta’adul), dan keseimbangan (tawassuth) dapat diterapkan secara efektif melalui kurikulum kontekstual, metode pembelajaran partisipatif, dan keteladanan dosen. Namun, ditemukan bahwa pelaksanaan integrasi ini masih bersifat sporadis dan belum menjadi kebijakan sistemik di seluruh PTKI. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis nilai moderasi beragama berperan signifikan dalam membentuk karakter keagamaan mahasiswa yang inklusif, adaptif, dan kritis terhadap keberagaman. Kontribusi artikel ini adalah memperkuat landasan teoretis dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat multikultural.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Akhlak Mulia Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga Mutia Bustamam
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/0zn9zz27

Abstract

Akhlak anak usia dini merupakan fondasi utama bagi pembentukan kepribadian dan karakter di masa selanjutnya. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran strategis sebagai lingkungan pertama dan pendidik utama dalam proses pembentukan akhlak tersebut. Meskipun berbagai kajian telah menegaskan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak, sebagian besar penelitian masih bersifat normatif dan belum mengkaji secara mendalam praktik nyata pengasuhan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan akhlak mulia anak usia dini di lingkungan keluarga dengan menitikberatkan pada bentuk peran yang aplikatif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku dan artikel ilmiah yang membahas pengasuhan, pendidikan akhlak, serta perkembangan anak usia dini. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola, konsep, dan kesenjangan kajian yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan akhlak mulia anak usia dini sangat dipengaruhi oleh keteladanan orang tua, pola asuh yang tepat, konsistensi dalam pembiasaan nilai moral, serta komunikasi yang positif dalam keluarga. Kajian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara konsep ideal pengasuhan dan praktik nyata yang dilakukan orang tua. Kesimpulannya, pendidikan akhlak anak usia dini memerlukan peran orang tua yang tidak hanya memahami nilai moral secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan dalam kehidupan keluarga. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif aplikatif dalam kajian pendidikan akhlak berbasis keluarga serta sebagai rujukan konseptual bagi pengembangan pengasuhan anak usia dini.