Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan TikTok terhadap pengembangan keterampilan membaca bahasa Inggris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Halmahera. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen kuantitatif dengan menerapkan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengevaluasi efektivitas TikTok sebagai media pendukung dalam meningkatkan keterampilan membaca. Sampel penelitian terdiri atas 50 peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan keterampilan membaca setelah perlakuan diberikan. Kelompok eksperimen yang menggunakan TikTok memperoleh rata-rata skor pre-test sebesar 68% dan skor post-test sebesar 85%, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17%. Analisis statistik mengonfirmasi bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik (t = 4,62; p < 0,05). Sementara itu, kelompok kontrol yang menggunakan bahan bacaan cetak konvensional memperoleh rata-rata skor pre-test sebesar 70% dan skor post-test sebesar 78%, dengan peningkatan sebesar 8%. Peningkatan tersebut juga signifikan secara statistik (t = 2,11; p < 0,05), namun lebih rendah dibandingkan kelompok eksperimen. Hasil uji t independen yang membandingkan skor post-test kedua kelompok menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, di mana kelompok eksperimen memperoleh skor yang lebih tinggi (M = 85%) dibandingkan kelompok kontrol (M = 78%) (t = 3,41; p < 0,05). Selain itu, hasil survei pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa 80% peserta menganggap TikTok menarik untuk digunakan, 70% menyatakan bahwa TikTok membantu meningkatkan keterampilan membaca mereka, dan 65% menilai TikTok sebagai media yang bermanfaat untuk pembelajaran bahasa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran tradisional dalam meningkatkan keterampilan membaca bahasa Inggris.