This Author published in this journals
All Journal Agro Tatanen
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS DOSIS BAHAN AKTIF LINDOMIN DAN CARA PEMBERIAN TERHADAP PENGENDALIAN EPIFIT PADA KELAPA SAWIT DI AFD 19 PT WANASAWIT SUBUR LESTARI Doly; Sunar; Fetty
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/3x6d9634

Abstract

Epifit Ficus sp. merupakan salah satu gulma berkayu yang banyak menginfestasi batang kelapa sawit dan berpotensi menurunkan produktivitas akibat kompetisi cahaya, air, dan ruang tumbuh. Pengendalian mekanis sering kali tidak efektif karena kemampuan regeneratif epifit yang tinggi dan struktur akarnya yang kuat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas berbagai dosis herbisida Lindomin yang mengandung bahan aktif 2,4-D dimetil amina serta dua metode pemberian, yaitu infus akar dan suntikan batang, dalam pengendalian epifit pada Afdeling 19 PT Wanasawit Subur Lestari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 taraf dosis (20%, 30%, dan 40%) dan 2 metode aplikasi, menghasilkan enam kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan selama 30 hari dan dianalisis menggunakan ANOVA serta uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis herbisida memberikan pengaruh paling signifikan terhadap tingkat kematian epifit. Dosis 40% menghasilkan persentase kematian tertinggi dengan nilai rata-rata 82,65%, jauh lebih tinggi dibandingkan dosis 20% dan 30%. Metode aplikasi juga memberikan pengaruh nyata, di mana suntikan batang memiliki efektivitas rata-rata 71,04%, lebih tinggi sebesar 8,33% dibandingkan metode infus akar yang hanya mencapai 62,71%. Analisis interaksi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara dosis dan metode aplikasi (p = 0,900), sehingga kedua faktor bekerja secara independen. Namun demikian, kombinasi dosis 40% dengan metode suntikan batang menghasilkan efektivitas tertinggi dengan persentase kematian rata-rata sebesar 86,10%. Kontribusi terbesar terhadap variasi total berasal dari faktor dosis melalui nilai jumlah kuadran tertinggi (3926,308), menegaskan bahwa konsentrasi bahan aktif merupakan faktor paling menentukan keberhasilan pengendalian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian epifit Ficus sp. pada kelapa sawit paling efektif dicapai melalui penggunaan dosis 40% dengan metode suntikan batang. Kombinasi tersebut mampu memberikan destruksi jaringan epifit paling optimal dan konsisten, sehingga direkomendasikan sebagai metode pengendalian yang efisien, tepat guna, dan mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.