Pengembangan komoditas hortikultura unggulan merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung pembangunan pertanian daerah berbasis potensi wilayah. Kabupaten Sidoarjo memiliki keragaman komoditas hortikultura dengan tingkat produksi yang berbeda antar kecamatan, sehingga diperlukan identifikasi komoditas unggulan yang didukung oleh informasi spasial yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komoditas hortikultura unggulan di Kabupaten Sidoarjo pada tingkat kecamatan menggunakan metode Location Quotient (LQ) yang diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web. Data yang digunakan berupa data produksi tanaman hortikultura periode 2021–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. Analisis LQ digunakan untuk menentukan komoditas basis dan non-basis, sedangkan hasil analisis divisualisasikan dalam bentuk peta tematik, tabel, dan grafik interaktif melalui pengembangan WebGIS menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas bawang merah dan melon merupakan komoditas hortikultura unggulan dengan jumlah kecamatan basis terbanyak, sedangkan bayam, sawi, dan kangkung memiliki persebaran produksi yang relatif lebih merata sehingga jumlah daerah basisnya lebih sedikit. Penerapan SIG berbasis web mampu menyajikan informasi spasial secara lebih jelas dan mudah dipahami dibandingkan penyajian data numerik semata. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi media informasi dan pendukung pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah, pelaku agribisnis, dan masyarakat dalam perencanaan pengembangan komoditas hortikultura unggulan yang berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.