This Author published in this journals
All Journal Agro Tatanen
Priskilah Febi Widya Ningrum
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DI DESA JARSARI KELURAHAN MUDAL KABUPATEN BOYOLALI Priskilah Febi Widya Ningrum; Hendrik Johannes Nadapdap; Rivano Tegar Kurniawan; Kristanjung Ganes Swara; Golda Mariska Kleopatra; Vincent Stevanus Saragih; Yuliawati Yuliawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2016): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/1v3jb173

Abstract

Beras merupakan komoditas strategis dalam ketahanan pangan dan perekonomian Indonesia sehingga diperlukan sistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis rantai pasok beras di Desa Jarsari, Kelurahan Mudal, Kabupaten Boyolali dengan meninjau aliran produk, aliran keuangan, aliran informasi, serta struktur manajemennya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode analisis deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku rantai pasok, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok beras melibatkan petani, pengepul, penggilingan padi, pedagang pengecer, dan konsumen. Aliran produk berlangsung dari hulu ke hilir, aliran keuangan dari hilir ke hulu, sedangkan aliran informasi berjalan dua arah namun masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi. Efisiensi rantai pasok belum optimal, terutama pada tingkat petani yang memiliki posisi tawar lemah akibat tingginya biaya produksi dan keterbatasan fasilitas pascapanen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi, penguatan manajemen rantai pasok, serta pengembangan fasilitas pascapanen untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok beras.
Tingkat Kesiapan Petani Terhadap Peran Kelompok Tani Dengan Minat Dan Kesiapan Usahatani Gandum Di Kecamatan Selo Dan Gladagsari Octavian Bintang Shahab Cahyana; Hendrik Johannes Nadapdap; Priskilah Febi Widya Ningrum
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2016): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/7h1dbw37

Abstract

Pengembangan gandum tropis menjadi salah satu alternatif dalam mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan impor gandum di Indonesia. Kecamatan Selo dan Gladagsari Kabupaten Boyolali memiliki kondisi agroklimat dataran tinggi yang berpotensi untuk pengembangan usahatani gandum berdasarkan kesesuaian agroklimat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani, minat dan kesiapan usahatani gandum, serta hubungan antara tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani dengan minat dan kesiapan usahatani gandum. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling, sedangkan penentuan responden menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 petani. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani berada pada kategori baik dengan nilai indeks sebesar 3,72, sedangkan minat dan kesiapan usahatani gandum berada pada kategori cukup baik dengan nilai indeks sebesar 3,40. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani dengan minat dan kesiapan usahatani gandum dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,430 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani, maka semakin tinggi pula minat dan kesiapan petani dalam mengembangkan usahatani gandum.