Pengembangan gandum tropis menjadi salah satu alternatif dalam mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan impor gandum di Indonesia. Kecamatan Selo dan Gladagsari Kabupaten Boyolali memiliki kondisi agroklimat dataran tinggi yang berpotensi untuk pengembangan usahatani gandum berdasarkan kesesuaian agroklimat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani, minat dan kesiapan usahatani gandum, serta hubungan antara tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani dengan minat dan kesiapan usahatani gandum. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling, sedangkan penentuan responden menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 petani. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani berada pada kategori baik dengan nilai indeks sebesar 3,72, sedangkan minat dan kesiapan usahatani gandum berada pada kategori cukup baik dengan nilai indeks sebesar 3,40. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani dengan minat dan kesiapan usahatani gandum dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,430 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani, maka semakin tinggi pula minat dan kesiapan petani dalam mengembangkan usahatani gandum.