Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Impacts of Crowding Restaurant Image and Consumer Satisfaction on The Intention to Revisit Priskilah Febi Widya Ningrum; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas; Dwi Retno Andriani
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 18 No 2 (2024): Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SOCA.2024.v18.i02.p04

Abstract

Human and spatial crowding presents a significant challenge in the restaurant industry, particularly influencing the likelihood of customers returning. This study aimed to examine the impact of human and spatial density on the perception of a restaurant's image and the satisfaction of its patrons, as well as to assess how these perceptions influence customers' intentions to revisit. The research involved 100 participants, who were surveyed using an online questionnaire distributed through Google Forms. Data analysis was conducted utilizing the Structural Equation Modeling approach with WarpPLS 8.0 software. The findings revealed that both human and spatial crowding positively affect the restaurant's image and customer satisfaction. In turn, a positive image of the restaurant and high levels of customer satisfaction were found to significantly influence patrons' intentions to return to the spicy noodle restaurant. These insights suggest that restaurants could strategically leverage the presence of crowding to enhance their image and elevate customer satisfaction, thereby supporting business sustainability and encouraging repeat visits
Edukasi dan Praktik: Menanam Sayur bersama Siswa Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Satya Wacana Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Yuliawati, Yuliawati; Sheliena, Esther; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Jayaprawira, Jefanya Diva Adriana; Restu, Luna Yureka
Madaniya Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1304

Abstract

Kesadaran akan pentingnya lingkungan merupakan sikap yang perlu dimiliki setiap individu termasuk anak-anak. Sikap ini perlu dipupuk sejak dini sehingga dapat menjadi kebiasaan yang baik di kemudian hari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan, kecintaan terhadap alam, serta memberikan pengetahuan tentang cara menanam dan merawat tanaman kepada anak-anak Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenai bagian-bagian tanaman dan mempraktikkan langsung penanaman bibit sayuran. Hasilnya, anak-anak menunjukkan antusiasme dan mampu mengikuti tahapan kegiatan “Planting Time” dengan baik, mulai dari mengenal bagian tanaman hingga praktik menanam bibit sayuran.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN PRODUK OLAHAN BERBASIS MIKRO ALGAE PADA KELOMPOK TANI WANITA SRI TANJUNG KABUPATEN MALANG Agustina Shinta Hartati; Riyanti Isaskar; Fitria Dina Riana; Zainal Abidin; Gladys Oryz Berlian; Priskilah Febi Widya Ningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.30710

Abstract

Abstrak: Kebutuhan sumber pangan yang inovatif, berkelanjutan, dan bernilai gizi tinggi menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak untuk masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan analisis permasalahan yang ada di KWT Sri Tanjung, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yaitu kurangnya pengetahuan tentang manfaat mikroalga. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui manfaat mikroalga untuk kesehatan, selain itu juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui inovasi inovasi produk turunan dari mikroalga. Pengabdian ini dilakukan dengan kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan di KWT Sri Tanjung dengan peserta pengabdian sebanyak 34 peserta Pengabdian ini memiliki 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi dan pendampingan, dan tahap monitoring dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi dan monitoring menggunakan kuesioner setelah dilakukannya sosialisasi dan pendampingan menunjukkan bahwa peserta pengabdian memiliki pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan baru dalam membudidayakan mikroalga. Persentase jawaban tertinggi dari peserta menunjukkan bahwa peserta sangat setuju bahwa mikroalga bisa menjadi pangan alternatif di masa depan (68.75%) dan mikroalga dapat menjadi sumber protein (65,63%). Hal tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang telah dilakukan mampu memberikan dampak baik kepada masyarakat.Abstract: The need for innovative, sustainable, and high nutritional value food sources is one of the urgent needs for the community. This community service activity was carried out based on an analysis of the problems that exist in KWT Sri Tanjung, Sukosari Village, Kasembon District, Malang Regency, namely the lack of knowledge about the benefits of microalgae. The purpose of this community empowerment is carried out so that the community can find out the benefits of microalgae for health, but also to improve the community's economy through innovation of microalgae derivative products. This service was carried out with socialization and mentoring activities. Activities carried out at KWT Sri Tanjung with 34 service participants This service has 3 stages, namely the preparation stage, the socialization and mentoring stage, and the monitoring and evaluation stage. Based on evaluation and monitoring using questionnaires after socialization and mentoring, it shows that service participants have new knowledge, understanding, and skills in cultivating microalgae. The highest percentage of answers from participants showed that participants strongly agreed that microalgae could be an alternative food in the future (68.75%) and microalgae could be a source of protein (65.63%). This shows that the mentoring that has been carried out is able to have a good impact on the community.
MENUMBUHKAN SEKOLAH HIJAU: PELATIHAN URBAN FARMING DAN EDUKASI LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG SEKOLAH ADIWIYATA Zendrato, Yuniel Melvanolo; Sheliena, Esther; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Handoko, Yoga Aji; Zai, Novice Enrich; Saputra, Delfio Arga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34706

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama dalam implementasi Program Adiwiyata di sekolah adalah terbatasnya kapasitas guru dalam mengintegrasikan praktik pertanian perkotaan (Urban farming) dan pengelolaan sampah organik ke dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan sekolah hijau melalui pelatihan urban farming dan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan urban farming, pelatihan dan praktik langsung budidaya hortikultura pada polybag dan microgreen, serta pembuatan kompos dan eco-enzym untuk mendukung sekolah dalam program Adiwiyata. Sasaran Mitra kegiatan adalah 25 guru dari SDK 01 Salatiga dan SDK 04 Eben Haezer Salatiga dua sekolah mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada berbagai indikator, antara lain keterampilan pembuatan microgreen (89,12%), keterampilan pembuatan eco-enzym (71,47%), serta pengetahuan model budidaya pertanian perkotaan di sekolah (70,59%). Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru rata-rata 58,60% dan menumbuhkan motivasi tinggi untuk menerapkan serta mengembangkan praktik ramah lingkungan di sekolah.Abstract: The main problem in implementing the Adiwiyata Program in schools is the limited capacity of teachers to integrate urban farming practices and organic waste management into their learning activities. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge and skills in developing green schools through urban farming and environmental education. The methods used include socialization and counseling of urban farming, training, and direct practice in horticultural cultivation in polybags and microgreens, as well as compost and eco-enzyme production to support schools in the Adiwiyata program. The target of this program is to involve 25 teachers from partner schools.The activity partners were 25 teachers from SDK 01 Salatiga and SDK 04 Eben Haezer Salatiga. Evaluation was conducted through pre- and post-tests as well as participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase in various indicators, including microgreen cultivation skills (89.12%), eco-enzyme production skills (71.47%), and knowledge of urban agricultural cultivation models in schools (70.59%). Overall, this activity succeeded in increasing teachers' knowledge and skills by an average of 58.60% and fostering high motivation to implement and develop environmentally friendly practices in schools.
Model Kemitraan untuk Mendorong Pengembangan Gandum di Indonesia: Kajian Literatur Sistematik Cahyana, Octavian Bintang Shahab; Jayaprawira, Jefanya Diva Adriana; Kurniawan, Avra Sendi; Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Sheliena, Esther
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.22498

Abstract

Wheat development in Indonesia continues to face various technical and non-technical challenges, including agroecological constraints, low farmer interest, limited access to capital, and market uncertainty. These conditions highlight the importance of strong institutional support through multi-stakeholder partnership models. This study aims to analyze partnership models, key actors involved, their strategic roles, and their relationship with farmers’ interest in developing wheat cultivation in Indonesia. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) method by examining peer-reviewed articles indexed in Scopus published between 2010 and 2025. The literature selection process followed systematic stages, including identification, screening, eligibility assessment, and in-depth analysis of relevant studies. The findings reveal that successful wheat development requires integrated partnership models involving farmers, government agencies, processing industries, financial institutions, research institutes, universities, and cooperatives. Partnerships play a crucial role in technology provision, capacity building, access to finance, market assurance, risk management, and environmental sustainability. Furthermore, partnerships that provide price certainty, technology transfer, and institutional support are shown to enhance farmers’ motivation and participation in wheat cultivation. This study concludes that a coordinated and sustainable multi-actor partnership model is a key prerequisite for promoting national wheat development and reducing dependence on wheat imports.
The effect of digital marketing and product attributes on consumer purchasing decisions in sayurbox Dwi Retno Andriani; Sahrul Dwi Riyadi; Della Aprilia Danaparamita Putri; Syera Aqila Prameswari; Gladys Oryz Berlian; Pebli Adenesli Purba; Priskilah Febi Widya Ningrum; Hermawan Syafrizal Wahyu Nurdiantoro; Soaniton David Stefanus Parlindungan
Agriekonomika Vol 13, No 1: April 2024
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v13i1.24174

Abstract

The development of information and communication media has become one of the conveniences of accessibility experienced by every individual, supported by rampant online shopping activities. Sayurbox is a startup that sells fruit and vegetables online. Due to the closure of offline stores and the closure of partners in several areas, Sayurbox was forced to strengthen its sales strategy again, especially in the Surabaya area. The researcher's aim is to understand the purchasing decisions of Sayurbox Surabaya customers to ensure the company's business development is successful and sustainable in competition with similar start-ups in the food and beverage sector. The location of this research was determined based on the design, namely the Sayurbox branch in the Surabaya area for 2 months May - July 2023 with a sample of 100 respondents. The analytical tools used in this research consist of descriptive analysis and quantitative analysis, namely the use of the SEMP-PLS method.
Pemberdayaan Kelompok Tani untuk Penguatan Manajemen Lahan dan Agribisnis Hortikultura di Desa Jeruk Kabupaten Boyolali Bistok Hasiholan Simanjuntak; Yoga Aji Handoko; Donna Setiawati; Priskilah Febi Widya Ningrum; Esther Sheliena; Alfred Jansen Sutrisno; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Dina Rotua Valentina Banjarnahor; Suprihati
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2866

Abstract

Jeruk Village, Selo Subdistrict, Boyolali Regency, is a highland agricultural area facing challenges such as sloping land erosion, low conservation knowledge, limited climate adaptation, and weak bargaining power of farmers. The Community Empowerment Program by Students (PMM) through Community Service Program (KKN) was implemented to empower the Bangun Tani 2 and Tani Mulyo 2 Farmer Groups by involving 32 Agrotechnology and Agribusiness students from Satya Wacana Christian University in September–October 2025. Activities included socialization, environmentally friendly technology training, mentoring, soil block making, biopesticide and biofertilizer production, education on sloping land conservation using terraced models, as well as post-harvest training and digital marketing. The evaluation showed an increase in farmers' understanding and skills based on pre-test and post-test scores. This program enhances farmers' independence, reduces dependence on external inputs, promotes product value addition, and expands market access through digital platforms, thereby potentially becoming a sustainable empowerment model for highland regions.
ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DI DESA JARSARI KELURAHAN MUDAL KABUPATEN BOYOLALI Priskilah Febi Widya Ningrum; Hendrik Johannes Nadapdap; Rivano Tegar Kurniawan; Kristanjung Ganes Swara; Golda Mariska Kleopatra; Vincent Stevanus Saragih; Yuliawati Yuliawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/1v3jb173

Abstract

Beras merupakan komoditas strategis dalam ketahanan pangan dan perekonomian Indonesia sehingga diperlukan sistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis rantai pasok beras di Desa Jarsari, Kelurahan Mudal, Kabupaten Boyolali dengan meninjau aliran produk, aliran keuangan, aliran informasi, serta struktur manajemennya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode analisis deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku rantai pasok, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok beras melibatkan petani, pengepul, penggilingan padi, pedagang pengecer, dan konsumen. Aliran produk berlangsung dari hulu ke hilir, aliran keuangan dari hilir ke hulu, sedangkan aliran informasi berjalan dua arah namun masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi. Efisiensi rantai pasok belum optimal, terutama pada tingkat petani yang memiliki posisi tawar lemah akibat tingginya biaya produksi dan keterbatasan fasilitas pascapanen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi, penguatan manajemen rantai pasok, serta pengembangan fasilitas pascapanen untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok beras.
Tingkat Kesiapan Petani Terhadap Peran Kelompok Tani Dengan Minat Dan Kesiapan Usahatani Gandum Di Kecamatan Selo Dan Gladagsari Octavian Bintang Shahab Cahyana; Hendrik Johannes Nadapdap; Priskilah Febi Widya Ningrum
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/7h1dbw37

Abstract

Pengembangan gandum tropis menjadi salah satu alternatif dalam mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan impor gandum di Indonesia. Kecamatan Selo dan Gladagsari Kabupaten Boyolali memiliki kondisi agroklimat dataran tinggi yang berpotensi untuk pengembangan usahatani gandum berdasarkan kesesuaian agroklimat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani, minat dan kesiapan usahatani gandum, serta hubungan antara tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani dengan minat dan kesiapan usahatani gandum. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling, sedangkan penentuan responden menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 petani. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani berada pada kategori baik dengan nilai indeks sebesar 3,72, sedangkan minat dan kesiapan usahatani gandum berada pada kategori cukup baik dengan nilai indeks sebesar 3,40. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani dengan minat dan kesiapan usahatani gandum dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,430 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik tingkat kesiapan petani terhadap peran kelompok tani, maka semakin tinggi pula minat dan kesiapan petani dalam mengembangkan usahatani gandum.