Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keindahan Bahasa Dalam Kisah Si Kancil Sebagai Sastra Anak: Analisis Stilistika Terhadap Diksi Dan Majas Yusril Izha Haendrawan; Hertiza Amelia; Muh Ali Bastomi; Rani Puspita Sari; Andri Saputra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12142

Abstract

Kisah Si Kancil merupakan salah satu karya sastra anak yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter melalui penyampaian nilai-nilai moral. Selain kandungan moralnya, cerita ini memiliki keindahan bahasa yang dibangun melalui pemilihan diksi dan penggunaan majas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi, mengidentifikasi jenis-jenis majas, serta menganalisis fungsi stilistika keduanya dalam membangun keindahan bahasa pada kisah Si Kancil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan stilistika. Sumber data berupa teks kisah Si Kancil, sedangkan data penelitian meliputi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang mengandung unsur diksi dan majas. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat (close reading), kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan teori stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Si Kancil didominasi oleh penggunaan diksi yang sederhana, konkret, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan bahasa anak. Diksi yang berkaitan dengan alam, hewan, tumbuhan, dan aktivitas sehari-hari memudahkan pembaca memahami isi cerita sekaligus membangun suasana yang hidup. Selain itu, ditemukan penggunaan majas personifikasi, hiperbola, repetisi, simile, dan onomatope yang berfungsi memperkuat karakter tokoh, memperjelas suasana, merangsang imajinasi pembaca, meningkatkan nilai estetis cerita, serta mempertegas penyampaian pesan moral. Dengan demikian, perpaduan diksi dan majas menjadikan kisah Si Kancil sebagai karya sastra anak yang efektif dalam mengembangkan literasi, apresiasi sastra, dan pembentukan karakter peserta didik.
Kekuatan Majas dan Diksi dalam Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” Karya JS. Khairen Andri Saputra; Aula Akbar; Baiq Silvia Zahra Tuhry; Diah Rani Ramadan; Muhammad Ali Bastomi; Herman Wijaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12518

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kekuatan majas serta diksi dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen melalui pendekatan stilistika. Novel tersebut dipilih karena mengangkat perjuangan keluarga dalam keterbatasan ekonomi melalui bahasa yang estetis, emosional, dan simbolis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan kutipan naratif yang mengandung diksi serta majas. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang memanfaatkan diksi sensoris, konotatif, sosial-ekonomi, dan kasual untuk menggambarkan penderitaan fisik, keadaan psikologis, latar sosial, serta kedekatan hubungan antartokoh. Majas metafora, personifikasi, hiperbola, ironi, dan simile digunakan untuk memperkuat citraan, konflik emosional, karakterisasi, dan pesan moral. Dompet dan sepatu berkembang dari benda sehari-hari menjadi simbol tanggung jawab ayah, ketangguhan ibu, pengorbanan, dan harapan keluarga. Keterpaduan diksi dan majas membentuk efek estetis yang menghidupkan narasi sekaligus mendekatkan pengalaman tokoh kepada pembaca. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan novel terletak pada kemampuan J.S. Khairen mengolah bahasa sederhana menjadi ekspresi yang reflektif dan menyentuh, sehingga tema cinta, perjuangan, ketahanan keluarga, serta kemanusiaan dapat disampaikan secara kuat dan bermakna. Penelitian ini juga memperlihatkan relevansi kajian stilistika bagi pemahaman sastra Indonesia kontemporer dan pembelajaran apresiasi sastra.