Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka di MAS Darussolihin NW Kalijaga Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur NTB Meliya Meliya; Fizian Yahya; Sri Shanti Ariani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12145

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi manajemen Kurikulum Merdeka sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah. Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat ditentukan oleh perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen Kurikulum Merdeka di MAS Darussolihin NW Kalijaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan manajemen Kurikulum Merdeka dilakukan melalui analisis kondisi sekolah, pembentukan tim implementasi, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, serta penyediaan sarana dan sumber belajar. 2) Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah berjalan dengan baik melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penerapan pembelajaran terdiferensiasi dan berbasis proyek, pendampingan antar guru, serta dukungan kepala sekolah, komite, dan orang tua. 3) Evaluasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara berkala melalui supervisi kelas, rapat evaluasi, monitoring pembelajaran, pemeriksaan administrasi, dan refleksi bersama guru sebagai dasar perbaikan program pembelajaran. 4) Faktor penghambat implementasi meliputi proses adaptasi dan perubahan pola pikir sebagian guru terhadap Kurikulum Merdeka serta perbedaan kesiapan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran. Adapun faktor pendukung meliputi kerja sama seluruh warga sekolah, dukungan orang tua dan komite madrasah, pelaksanaan pelatihan dan workshop, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Persepsi Guru terhadap Perubahan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Lenek Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur NTB Nurul Wahdini; Mashun Mashun; Sri Shanti Ariani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap perubahan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, serta mengetahui kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Lenek dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap perubahan Kurikulum Merdeka secara umum cenderung positif. Guru memandang perubahan kurikulum sebagai bagian dari perkembangan pendidikan dan kebijakan pemerintah yang perlu diikuti. Kesiapan guru dalam menghadapi perubahan Kurikulum Merdeka tergolong cukup baik, yang ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam workshop, pelatihan, sosialisasi, dan kegiatan pengembangan kompetensi. Guru juga berupaya meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi serta menggunakan metode dan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Dukungan sekolah melalui pelatihan dan penyediaan sarana prasarana menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan kurikulum. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, terutama laboratorium, keterbatasan pendanaan, serta waktu yang diperlukan guru untuk beradaptasi dan mempersiapkan perangkat pembelajaran. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Lenek telah diterima secara positif, tetapi tetap membutuhkan dukungan dan waktu adaptasi yang memadai.