Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap perubahan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, serta mengetahui kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Lenek dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap perubahan Kurikulum Merdeka secara umum cenderung positif. Guru memandang perubahan kurikulum sebagai bagian dari perkembangan pendidikan dan kebijakan pemerintah yang perlu diikuti. Kesiapan guru dalam menghadapi perubahan Kurikulum Merdeka tergolong cukup baik, yang ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam workshop, pelatihan, sosialisasi, dan kegiatan pengembangan kompetensi. Guru juga berupaya meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi serta menggunakan metode dan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Dukungan sekolah melalui pelatihan dan penyediaan sarana prasarana menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan kurikulum. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, terutama laboratorium, keterbatasan pendanaan, serta waktu yang diperlukan guru untuk beradaptasi dan mempersiapkan perangkat pembelajaran. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Lenek telah diterima secara positif, tetapi tetap membutuhkan dukungan dan waktu adaptasi yang memadai.
Copyrights © 2026