Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diagnosis Kerusakan Alat Berat dan Mobil Berbasis Web Menggunakan Algoritma Fuzzy Tsukamoto Kiki Noviana Saputri; Bambang Pramono; Muh. Yamin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12158

Abstract

Pemeriksaan harian alat berat dan kendaraan operasional penting untuk mencegah kerusakan tidak terduga, menekan waktu henti dan mendukung keselamatan operasi. Pada PT Bumi Sarana Beton, data pemeriksaan sebelumnya dicatat secara manual sehingga berisiko menimbulkan ketidakkonsistenan penilaian, keterlambatan pelaporan, dan dokumentasi yang terpisah. Penelitian ini mengembangkan sistem berbasis web untuk diagnosis kerusakan dan evaluasi kelayakan operasional menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Sistem mengolah data pemeriksaan harian yang dikelompokkan ke dalam tiga variabel penilaian, yaitu sistem utama operasional, mobilitas dan struktur, serta safety dan kontrol. Kondisi komponen dikonversi menjadi skor numerik, difuzzifikasi melalui fungsi keanggotaan, dievaluasi menggunakan aturan fuzzy dan nilai alpha-predikat minimum, kemudian didefuzzifikasi dengan rata-rata terbobot untuk menghasilkan nilai kelayakan tegas. Hasil akhir dipetakan ke dalam tiga status operasional, yaitu Tidak Layak, Perlu Perhatian, dan Layak. Sistem juga menerapkan hard safety override pada komponen kritis sehingga kondisi rusak atau hilang dapat mengunci status akhir menjadi Tidak Layak tanpa bergantung pada nilai fuzzy. Implementasi sistem mencakup form P2H, unggah foto bukti, hasil diagnosis, riwayat pemeriksaan, dan laporan. Pengujian white box menunjukkan seluruh 19 skenario internal lulus, sedangkan evaluasi awal confusion matrix terhadap enam data uji menghasilkan akurasi 83,33%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem dapat mendukung keputusan pemeriksaan yang lebih cepat, konsisten, dan dapat ditelusuri, meskipun pengujian lanjutan dengan data yang lebih besar dan seimbang masih diperlukan