Chayrunnisa Zalzabila
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang: Skill Mismatch, Ketimpangan Kesempatan Kerja, Dan Perubahan Sosial Di Desa Samaenre Chayrunnisa Zalzabila; Andi Jam'an; Ismail Rasulong
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12277

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi sosial ekonomi masyarakat Desa Samaenre, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka akibat aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat perubahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposif, meliputi petani, pekerja tambang, pelaku usaha, ibu rumah tangga, pemerintah desa, dan perwakilan perusahaan. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan kredibilitas dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan transformasi yang bersifat asimetris. Pertambangan mendorong peralihan sebagian tenaga kerja dari pertanian ke pekerjaan tambang, meningkatkan pendapatan pekerja, dan menghasilkan efek pengganda melalui pertumbuhan warung, perdagangan, rumah sewa, dan jasa lokal. Namun, manfaat tersebut disertai kenaikan biaya hidup, perbedaan daya beli, terbatasnya akses masyarakat lokal terhadap pekerjaan formal, dan perubahan hubungan sosial. Skill mismatch yang bersumber dari rendahnya pendidikan, keterampilan teknis, pengalaman, dan sertifikasi menjadi mekanisme yang menghubungkan perubahan struktur ekonomi dengan pengangguran struktural, ketimpangan kesempatan, kecemburuan sosial, dan melemahnya kohesi masyarakat. Temuan menegaskan bahwa pembangunan pertambangan yang inklusif memerlukan pelatihan vokasional, sertifikasi, transparansi rekrutmen, penguatan UMKM, pengadaan lokal, dan program tanggung jawab sosial perusahaan yang partisipatif dan berjangka panjang.