Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran perusahaan dari kanal konvensional menuju kanal digital yang lebih luas, cepat, interaktif, dan terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing terhadap minat beli konsumen dengan mengintegrasikan Hierarchy of Effects Theory, Technology Acceptance Model, dan Digital Marketing Theory sebagai landasan teoretis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-verifikatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 kepada konsumen yang aktif menggunakan media digital dan pernah terpapar konten pemasaran digital. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics melalui statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi Y = 12,338 + 0,609X. Nilai t hitung sebesar 6,000 dengan signifikansi 0,000 dan nilai F hitung sebesar 36,003 menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Nilai R Square sebesar 0,424 menunjukkan bahwa digital marketing menjelaskan 42,4% variasi minat beli, sedangkan 57,6% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi media sosial, kualitas konten digital, iklan daring yang tepat sasaran, interaktivitas, serta kemudahan akses informasi produk. Pelaku usaha disarankan menyusun strategi digital marketing yang konsisten, relevan, kredibel, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen untuk memperkuat minat beli.