Industri perbankan di Indonesia terus mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi. Kondisi tersebut mendorong perbankan untuk melakukan berbagai investasi, seperti pengembangan teknologi informasi, infrastruktur operasional, inovasi produk, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, setiap investasi yang dilakukan juga mengandung berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas kinerja keuangan perusahaan apabila tidak dikelola secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk investasi yang dilakukan PT Bank Mega Tbk, mengidentifikasi risiko investasi yang dihadapi, mengukur tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan dampaknya, serta mengkaji strategi pengendalian risiko yang diterapkan perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus melalui analisis data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan, regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi Bank Mega berfokus pada transformasi digital, pengembangan infrastruktur operasional, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi produk keuangan. Risiko kredit dan risiko keamanan siber merupakan risiko dengan tingkat prioritas tertinggi karena memiliki kemungkinan dan dampak yang besar terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang efektif menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan serta mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.