Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Substitusi Styrofoam pada Campuran Asphalt Concrete-Base terhadap Karakteristik Marshall Gilang Anugrah; Lizar Lizar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12743

Abstract

Pengembangan infrastruktur jalan di Indonesia menghadapi tantangan ganda berupa tingginya biaya aspal minyak dan meningkatnya volume limbah styrofoam yang sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas limbah styrofoam sebagai bahan substitusi sebagian aspal pada campuran Asphalt Concrete-Base (AC-Base) dengan variasi kadar 3% hingga 12%. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium yang merujuk pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Tahapan pengujian mencakup karakterisasi material dasar (agregat Tanjung Balai Karimun dan aspal Pen 60/70), penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO), dan pengujian Marshall pada 48 benda uji yang diberikan pemadatan 112 tumbukan per lapis untuk simulasi beban lalu lintas berat. Hasil penelitian menetapkan KAO sebesar 5% sebagai baseline performa. Substitusi styrofoam secara signifikan memengaruhi karakteristik reologi binder, di mana stabilitas mencapai puncak pada kadar 9% sebesar 2423,4 kg. Namun, peningkatan kadar styrofoam memicu kenaikan dramatis pada nilai Void in Mix (VIM) dan penurunan Void Filled with Asphalt (VFA) karena meningkatnya viskositas binder yang menghambat kemudahan pengerjaan (workability). Analisis teknis menunjukkan bahwa hanya substitusi 3% yang mampu memenuhi seluruh kriteria Spesifikasi Bina Marga 2018, terutama pada parameter durabilitas volumetrik. Kesimpulannya, substitusi styrofoam sebesar 3% direkomendasikan sebagai dosis efektif untuk meningkatkan stabilitas struktur perkerasan AC-Base sekaligus memberikan solusi pengurangan konsumsi bitumen berbasis minyak bumi yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan.