Batu bata merah merupakan material dinding yang paling banyak digunakan masyarakat karena mudah diperoleh dan harganya relatif murah, namun mutu batu bata lokal, termasuk di Kabupaten Bengkalis, masih sering belum memenuhi standar kuat tekan maupun daya serap air. Salah satu upaya peningkatan mutu adalah pemanfaatan limbah pertanian berupa abu sekam padi yang mengandung silika tinggi dan bersifat pozzolan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi campuran abu sekam padi terhadap kuat tekan dan porositas batu bata merah lokal Bengkalis. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium, menggunakan variasi campuran abu sekam padi sebesar 10%, 20%, dan 25% dari volume total bata, dibandingkan dengan sampel kontrol berupa tanah asli 100%. Pengujian meliputi karakteristik fisik tanah, sifat tampak, ukuran, kuat tekan, dan daya serap air batu bata mengacu pada SNI 15-2094-2000. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan meningkat secara konsisten dari 0,54 N/mm² pada sampel kontrol menjadi 0,65 N/mm² pada variasi 25%, atau naik 20,37%. Namun daya serap air juga meningkat dari 41,10% menjadi 53,42%, jauh melampaui batas maksimum SNI sebesar 20%, sehingga seluruh sampel belum memenuhi standar mutu dari aspek porositas. Disimpulkan bahwa abu sekam padi berpotensi meningkatkan kekuatan mekanis batu bata, tetapi memerlukan perlakuan tambahan seperti optimalisasi suhu pembakaran atau penambahan bahan pengikat agar porositasnya dapat ditekan sesuai standar nasional.