Sriyono
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA VIII-C SMPN 27 SEMARANG Nadin Kalista Pratana; Wahyu Indah Lestari; Sriyono
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.22290

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran ular tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang. Data penelitian ini diperoleh melalui melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran ular tangga pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang pada setiap siklus. Hasil belajar  siswa mengalami peningkatan dari siklus I dengan persentase ketuntasan secara klasikal 62,50% dengan rata-rata siswa mencapai 79,38. Pada siklus II persentase ketuntasan secara klasikal meningkat menjadi 84,38% dengan rata-rata siswa mencapai 83,22. The research was conducted with the aim of improving the learning outcomes of students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang through the Problem Based Learning model assisted by snake and ladder learning media. The type of research used was classroom action research consisting of 2 cycles, each cycle carried out through 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were all students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang. The research data were obtained through tests, observations, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the application of the Problem-Based Learning model assisted by the snake and ladder learning media in social studies lessons could improve the learning outcomes of students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang in each cycle. Student learning outcomes improved from cycle I with a classical mastery rate of 62.50% and an average student score of 79.38. In cycle II, the classical mastery rate increased to 84.38% with an average student score of 83.22, as well as significant improvements in student activity, learning motivation, and involvement.  
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP ERUPSI GUNUNG MERAPI  DENGAN AUGMENTED REALITY Sriyono; Andi Irwan Benardi; Ananto Aji; Yassirli Amri; Muhammad Dwi Utomo Aji; Muhammad Yusuf Anugrah
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.44720

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api yang masih berstatus aktif. Peristiwa erupsi pada akhir tahun 2010 tercatat menimbulkan banyak korban jiwa, terutama pada anak-anak usia sekolah. Rendahnya kesiapsiagaan menjadi salah satu penyebab anak sering terdampak letusan Gunung Merapi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Padukuhan Sawahan Lor dan dilaksanakan pada bulan Juli 2023. Populasi penelitian mencakup anak usia sekolah yang dipilih dengan teknik consecutive sampling sebanyak 20 orang responden. Kesiapsiagaan terhadap Gunung Merapi diartikan sebagai sikap persetujuan atau penolakan anak terkait rencana kesiapsiagaan melalui pengisian kuesioner. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas anak usia sekolah memiliki tingkat kesiapsiagaan erupsi yang tergolong baik. Jumlah responden laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan. Sebagian besar anak usia sekolah berada pada jenjang kelas 2 dan 3. Kesimpulannya, kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi pada anak di Padukuhan Sawahan Lor, Desa Wedomartani, didominasi kategori baik dibandingkan kurang baik. Rekomendasi penelitian adalah meningkatkan kesiapsiagaan anak terhadap letusan gunung melalui pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif.