Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBEDAAN TEKANAN DARAH PERAWAT BERDASARKAN SHIFT KERJA Efroliza Efroliza
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.593 KB) | DOI: 10.36729/jam.v3i1.163

Abstract

Latar belakang: Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan tidak terlepas dari pengaturanjam kerja dirumah sakit dengan pembagian shift. Kerja shift dapat menyebabkan gangguan circadianrhytim (Irama sirkadian), kerja shift bila tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak padagangguan fisiologis salah satunya peningkatan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui perbedaantekanan darah perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2018.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tekniksampling adalah total sampling pada perawat pelaksana di ruang rawat inap Ahmad Dahlan, IbnuRusyid, dan Rasyid Thalib di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 57 perawat.Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji paired t test Hasil : Hasil penelitianmenunjukkan ada perbedaan rerata tekanan darah perawat sebelum shift pagi yaitu 116,08/ 78,16 dansetelah shift pagi 119,76/74,08, sebelum shift siang rerata tekanan darah perawat yaitu 116,18/77,94dan seelah shift siang 123,35/77,76 sedangkan tekanan darah seblum shift malam rerata tekanan darahperawat 120,73/78 dan setelah shift malam 121,67/77,40. Simpulan : ada perbedaan perubahantekanan darah diastolik sebelum shift pagi, dan tekanan darah diastolik sesudah shift siang.Kata kunci : Kerja shift, Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolic.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN APLIKASI AUGMENTED REALITY TERHADAP PEMAHAMAN ANATOMI TUBUH MANUSIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Efroliza Efroliza; Sukron Sukron
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.572

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan tekhnologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki  era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, bigdata, robotic dan  revolusi digital. Sehingga media pembelajaran merupakan hal penting dalam membentuk hasil belajar mahasiwa, Anatomi tubuh manusia merupakan ilmu dasar keperawatan dalam membuat asuhan keperawatan. Peningkatan pemahaman mahasiswa kita bisa menggunakan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality dengan media aplikasi Augmented Reality yang akan  menampilkan animasi 3D yang ditampilkan secara virtual pada perangkat mobilephone. Tujuan: Tujuan penelitian  ini adalah untuk menerapkan media pembelajaran aplikasi  Augmented Reality  anatomi tubuh manusia pada mahasiswa keperawatan STIKes Muhammadiyah Palembang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasy ekperimen one group pre dan post test dengan sampel 31 responden dari masing-masing kelompok. Waktu penelitian tanggal 24 Agustus sampai 10 September 2020 di STIKes Muhammadiyah Palembang.  Analisis data menggunakan Uji T-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh media pembelajaran aplikasi Augmented Reality terhadap pemahaman anatomi tubuh manusia pada mahasiswa keperawatan dengan p-value 0,000 yang menunjukkan ≤ 0,05. Saran: Hasil jurnal dapat diaplikasikan ke dalam media pembelajaran di kelas maupun praktikum, untuk penelitian selanjutnya untuk membuat 3D animasi kelainan sistem pada anatomi tubuh manusia.Kata Kunci: Media, Aplikasi Augmented Reality, Anatomi tubuh
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES TERHADAP TINGKAT SENSITIVITAS KAKI KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Sukron Sukron; Efroliza Efroliza
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.560

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah kerusakan neuropati yang berupa hilangnya sensitivitas kaki. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi hilangnya sensitivitas kaki adalah senam kaki diabetes yang bertujuan untuk melancarkan peredaran darah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes menggunakan koran terhadap sensitivitas kaki klien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif melalui pendekatan Pre – Eksperimental dengan rancangan One group pretest and postest. Penelitian ini dilaksanakan pada 1juli sampai dengan 16 Agustus 2020 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Sampel pada penelitian menggunakan metode Non probability sampling yaitu sebanyak 45 responden  dengan  instrumen  penelitian  berupa  pengukuran  dengan  benang monofilament test. Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata skor tingkat sensitivitas kaki sebelum dilakukan senam kaki diabetes adalah 3,44 dan rata – rata skor tingkat sensitivitas  kaki  setelah  dilakukan  senam  kaki  diabetes  adalah  4,56. Analisa menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara senam kaki diabetes menggunkan koran terhadap tingkat sensitivitas kaki klien diabetes melitus tipe 2 (p = 0,000). Saran: Diharapkan kepada Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammdiyah Palembang sebaiknya dapat memberikan terapi non farmakologi seperti senam kaki untuk meningkatkan sensitivitas kakiklien diabetes melitus tipe 2. Kata Kunci       : Diabetes Melitus Tipe 2, Sensitivitas Kaki, Senam Kaki Diabetes
Hubungan Efektifitas Kepemimpinan Kepala Ruangan Dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Efroliza Efroliza; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.233 KB) | DOI: 10.58550/jka.v3i2.8

Abstract

Angka Kejadian Tidak Diharapkan di berbagai dunia masih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan keselamatan pasien masih belum optimal. Salah satu aspek keberhasilan dalam keselamatan pasien adalah kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efektivitas kepemimpinan kepala ruangan dengan pelaksanaan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling yaitu 68 responden perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,5% responden menyatakan kepemimpinan efektif, dan 69,1% responden memiliki pelaksanaan keselamatan pasien yang baik. Ada hubungan yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala ruangan dengan pelaksanaan keselamatan pasien (p value = 0,024). Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelaksanaan keselamatan pasien dengan dibentuknya penanggung jawab dalam bidang keselamatan pasien di ruangan terintegrasi dengan tenaga medis lainnya.
Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana Anisa Wisdayana; Efroliza Efroliza; Anita Apriany
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4860

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pelaksanaan timbang terima dengan  keselamatan pasien bagi perawat pelaksana dapat mewujudkan keselamatan pasien dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Jika keselamatan pasien telah dilakukan dengan baik dan efektif maka mutu pelayanan keperawatan melalui aspek keselamatan pasien akan semakin meningkat dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel dengan total Sampling sebanyak 43 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dengan cara univariat dan bivariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pelaksanaan timbang terima baik sebanyak 65,1% dan keselamatan pasien baik sebanyak 53,5%. Dengan hasil uji statistik Chi Square yang dilakukan diperoleh nilai (P value 0,000 0,05). Simpulan dan Implikasi: Ada hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Palembang. Penelitian ini diharapkan dapat merancang suatu standar atau prosedur operasional atau uraian tugas khusus timbang terima terkait dengan keselamatan pasien yang dilakukan oleh perawat pelaksana.
Pengaruh Status Kerja terhadap Tingkat Stress Belajar Mahasiswa Semester VIII M. Hasan; Romiko Romiko; Efroliza Efroliza
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4861

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan:Proses belajar dan bekerja dalam waktu bersamaan dapat menimbulkan efek negatif karena prosedur perizinan untuk melanjutkan studi sulit di dapatkan calon mahasiswa dari tempat bekerja, tugas yang terlalu banyak, aturan yang membingungkan, tuntutan yang saling bertentangan, dan deadline tugas perkuliahan. National Center of Education Statistics (NCES) menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja lebih dari 16 jam ke atas memiliki pengaruh terhadap prestasi yang lebih rendah dibanding yang tidak bekerja.Tujuan penelitianuntuk mengetahui adakah pengaruh status kerja terhadap tingkat stress belajar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yaitu mencari pengaruh antara variabel status kerja dan tingkat stress, uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada mahasiswa semester VIII PSIK REG B di STIKes Muhammadiyah palembang. Hasil : Didapatkan data pada 64 mahasiswa semester VIII PSIK Reg B STIKes Muhammadiyah Palembang bahwa dari total 32 responden yang bekerja sebanyak 10 (31,3%) responden   mengalami stress ringan dan 22 (68,8%) responden mengalami stress berat, sedangkan dari total 32 responden yang tidak bekerja  21 (65,6%) responden mengalami stress ringan, dan 11(34,4%) responden mengalami stress berat. Simpulan dan Implikasi: Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,012 α≤0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara status kerja terhadap tingkat stress, OR = ,.238 yang berarti bahwa responden yang telah bekerja 0,238 kali berpeluang mengalami stress berat.Latar Belakang dan Tujuan:Proses belajar dan bekerja dalam waktu bersamaan dapat menimbulkan efek negatif karena prosedur perizinan untuk melanjutkan studi sulit di dapatkan calon mahasiswa dari tempat bekerja, tugas yang terlalu banyak, aturan yang membingungkan, tuntutan yang saling bertentangan, dan deadline tugas perkuliahan. National Center of Education Statistics (NCES) menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja lebih dari 16 jam ke atas memiliki pengaruh terhadap prestasi yang lebih rendah dibanding yang tidak bekerja.Tujuan penelitianuntuk mengetahui adakah pengaruh status kerja terhadap tingkat stress belajar Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yaitu mencari pengaruh antara variabel status kerja dan tingkat stress, uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada mahasiswa semester VIII PSIK REG B di STIKes Muhammadiyah palembang. Hasil : Didapatkan data pada 64 mahasiswa semester VIII PSIK Reg B STIKes Muhammadiyah Palembang bahwa dari total 32 responden yang bekerja sebanyak 10 (31,3%) responden   mengalami stress ringan dan 22 (68,8%) responden mengalami stress berat, sedangkan dari total 32 responden yang tidak bekerja  21 (65,6%) responden mengalami stress ringan, dan 11(34,4%) responden mengalami stress berat.Simpulan dan Implikasi: Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,012 α≤0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara status kerja terhadap tingkat stress, OR = ,.238 yang bera Sitasi: Wisdayana A, Efroliza Apriany A. (2020). Hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana. The Indonesian Journal of Health Science. 12(1), 83-90 Copyright: © 2020 Wisdayana et al. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah JemberISSN (Print): 2087-5053ISSN (Online): 2476-9614  rti bahwa responden yang telah bekerja 0,238 kali berpeluang mengalami stress berat.
Self Care, Personality Traits, and Burnout in Emergency Nurses Imardiani Imardiani; Efroliza Efroliza; Ella Rusnida
Media Keperawatan Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.932 KB) | DOI: 10.26714/mki.5.1.2022.58-66

Abstract

Emergency nurses are health professionals who are very susceptible to burnout. There are many factors that influence nurses' burnout levels, including self-care and personality traits, but the relationship between burnout is still unclear. The purpose of the study was to determine the relationship between self-care and personality traits on nurse burnout in the emergency room at Palembang Hospital. This study used a design cross-sectional, a sample of 34 nurses was selected by probability sampling technique with the total sampling method. The instruments used in this research are Burnout Maslach Inventory (MBI), Mini-International Personality Item Pool (M-IPIP), and DSCPI-90. Data analysis used Pearson's test for self-care and burnout variables (r=-0.343; p<0.05), while variables personality traits and burnout used analysis with Spearman rho test for value Extraversion (r = -0.286 ; p> 0, 05), Agreeableness (r = -0.357 ; p < 0.05), Conscientiousness (r = 0.201; p> 0.05), Neuroticism (r = 0.436; p < 0.05), and Imagination (r = 0.328; p> 0.05). The conclusion is the importance of maintaining self-care as a factor that can reduce burnout, and the personality traits of nurses need to be known early so that appropriate action can be taken so that nurses can be protected from burnout.
HUBUNGAN HOLISTIC HEALTH ASSESMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA imaru diani; efroliza efroliza
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.513

Abstract

Introduction. Kidney failure is a case that continues to increase globally. Kidney failure patients require renal replacement therapy as an effort to improve the patient's condition. Hemodialysis therapy is an option that is often used as renal replacement therapy in patients with end-stage renal failure. Hemodialysis therapy not only provides a level of life expectancy for patients, but on the other hand it can have an impact on changing the patient's health condition holistically and can affect the patient's quality of life. Objective. The study aims to determine the relationship of holistic health assessment to the quality of life of hemodialysis patients at Palembang Hospital. Methodology. The study used a cross sectional design with a total sampling method of 51 respondents. The instruments used in this study were the Dialysis Symptom Index (DSI) and DF 36. Analysis of the results of the data used the Pearson test. Results. Based on the results of the SPSS analysis, the value of r = -0.428 and pvalue 0.002 (p <0.05) was obtained, which means that there is a relationship between holistic health assessment and quality of life in hemodialysis patients at Palembang Hospital. Discussion. Based on the results of the study, there is a negative relationship between holistic health assessment and patient's quality of life. This means that patients undergoing hemodialysis tend to experience health problems both physically and psychologically which can have an impact on reducing the patient's quality of life.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN SOP PENCEGAHAN RESIKO JATUH DI RUMAH BHAYANGKARA MOH.HASAN PALEMBANG efroliza efroliza; Dewi Susantri Susantri Nengrum
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.529

Abstract

Latar Belakang: Data kejadian pasien jatuh di Indonesia tercatat sebesar 14%, padahal untuk mewujudkan keselamatan pasien angka kejadian pasien jatuh seharusnya 0%. Pelaksanaan pengkajian risiko jatuh pada pasien yang tidak terlaksana dengan baik disebabkan oleh beberapa faktor di rumah sakit. Dampak dari tidak berfungsi manajemen keperawatan dapat berupa adanya risiko terhadap pasien jatuh, sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu proses dimana mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat membantu untuk memberikan perawatan yang sangat baik, aman, efisien dan efektif. Tujuan penelitian: diketahui hubungan fungsi manajemen keperawatan dengan penerapan SOP pencegahan resiko jatuh di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Metode penelitian: Desain yang digunakan adalah Survey Analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”, jumlah 52 responden dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 di Rumah Sakit Bhayangkara Moh.Hasan Palembang, Dengan ruang penelitian JN1, JN2, Candana, dan Ruang Poli. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan analisa bivariat menggunakan Chi- square. Hasil: univariat menunjukkan bahwa fungsi manajemen keperawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang tinggi sebanyak 35 responden (67,3%). Penerapan SOP pencegahan resiko jatuh di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang dilakukan sebanyak 40 responden (76,9%). Hasil bivariat menunjukkan nilai Odds ratio sebesar 8,183 berarti fungsi manajemen keperawatan yang tinggi memiliki penerapan SOP pencegahan resiko jatuh sebesar 8,183, sedangkan nilai p value 0,004 sehingga Ha diterima yang berarti ada hubungan fungsi manajemen keperawatan dengan penerapan SOP pencegahan resiko jatuh di Rumah Sakit Bhayangkara Moh.Hasan Palembang. Kesimpulan: Ada Hubungan fungsi manajemen keperawatan dan penerapan SOP resiko jatuh di wilayah Rumah Sakit M.Hasan Palembang
HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN SOP PENCEGAHAN RESIKO JATUH DI RUMAH SAKIT Efroliza Efroliza
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Kesehatan (JIKA)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i2.78

Abstract

Latar Belakang : Data kejadian pasien jatuh di Indonesia tercatat sebesar 14%, padahal untuk mewujudkan keselamatan pasien angka kejadian pasien jatuh seharusnya 0%. Pelaksanaan pengkajian risiko jatuh pada pasien yang tidak terlaksana dengan baik disebabkan oleh beberapa faktor di rumah sakit. Dampak dari tidak berfungsi manajemen keperawatan dapat berupa adanya risiko terhadap pasien jatuh, sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu proses dimana mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat membantu untuk memberikan perawatan yang sangat baik, aman, efisien dan efektif. Tujuan penelitian: diketahui hubungan fungsi manajemen keperawatan dengan penerapan SOP pencegahan resiko jatuh di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Metode: Desain yang digunakan adalah Survey Analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”, jumlah 52 responden dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022, Analisa data menggunakan Chi- square. Hasil: univariat menunjukkan bahwa fungsi manajemen keperawatan tinggi sebanyak 35 responden (67,3%). Penerapan SOP pencegahan resiko jatuh dilakukan sebanyak 40 responden (76,9%). Hasil bivariat menunjukkan nilai Odds ratio sebesar 8,183 dan nilai p value 0,004 Simpulan: Ada Hubungan fungsi manajemen keperawatan dan penerapan SOP resiko jatuh di wilayah Rumah Sakit M.Hasan Palembang.