Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Masyarakat Terhadap Pembuangan Sampah yang Benar di Rt 10 kelurahan 16 Ulu efroliza, efroliza
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.486

Abstract

Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi lingkungan maupun bagi umat manusia itu sendiri. Sampai saat ini belum seluruh masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap penanganan sampah. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku membuang sampah sembarangan, membakar sampah, atau melakukan pembuangan sampah secara terbuka. Akibat perilaku tersebut, masyarakat sekitar menjadi penderita yang terkena dampak polusi udara (asap dari hasil pembakaran dan bau dari proses pembusukan) serta didatangi kerumunan lalat. Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat di Rt.10 kelurahan 16 ulu terkait pentingnya pengelolaan sampah yang baik, maka dilakukan edukasi melalui kegiatan PKLT mahasiswa IKesT MP mengenai edukasi pengelolahan sampah yang baik dan benar. Dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya peningkatan kesadaran untuk mengelola dan atau membiayai pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.
Analisis Point Of Care Testing ( POCT) Kesehatan Pada Perawat di Rumah Sakit: Point of Care Testing (POCT) Analysis of Health Nurses in Hospital efroliza, efroliza; Sherly, Susanti; Ita, Mawani; Erni, Tamara
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.354

Abstract

Kualitas hidup tenaga kesehatan dapat dikaitkan dengan kualitas hidup profesional perawat (KHP) yaitu kualitas seseorang dalam melakukan pekerjaannya Shift kerja beresiko membawa dampak perubahan fisik pada perawat. Selain perubahan fisik. Profesi keperawatan mempunyai risiko tinggi juga untuk menghadapi stres, karena perawat mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan hidup manusia. Stres kerja yang berlebihan tentunya membuat seseorang terganggu baik secara psikologis maupun fisiologis. Dampak negatif stres terhadap kualitas tidur disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, kondisi kerja yang tidak nyaman, konflik antara pekerjaan dengan keluarga pasien, tuntutan pekerjaan. Perubahan tersebut salah satunya berupa kadar kolesterol dan gula darah. Point Of Care Testing (POCT) kesehatan  perawat untuk mendeteksi, memonitoring dan menskrinning status kesehatan perawat sehingga perawat dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan meminimalkan dampak yang muncul setelah long term shift. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menilai  Point Of Care Testing (POCT) kesehatan  pada perawat. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di  rumah sakit. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu sebanyak 39 perawat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lembar observasi, Glucose test, Cholesterol test. Proses analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal terakreditasi dengan harapan akan menjadi bahan masukan bagi perawat dan Rumah Sakit agar perawat dapat di berikan pemeriksaan kesehatan rutin atau  medical check up. The complex work environment in hospitals, healthcare professionals such as the Quality of Life of healthcare workers can be linked to the quality of life of professional nurses (QOL), namely the quality of a person in carrying out their work. Shift work risks bringing about physical changes in nurses. In addition to physical changes. The nursing profession also has a high risk of facing stress, because nurses have very high duties and responsibilities for the safety of human life. Excessive work stress certainly causes a person to be disturbed both psychologically and physiologically. The negative impact of stress on sleep quality is caused by excessive workload, uncomfortable working conditions, conflicts between work and patient families, and job demands. One of these changes is in the form of cholesterol and blood sugar levels. Point of Care Testing (POCT) for nurses' health to detect, monitor and screen the health status of nurses so that nurses can improve the quality of health and minimize the impacts that arise after long-term shifts. The purpose of this study was to identify and assess Point of Care Testing (POCT) for nurses. The population in this study were nurses working in hospitals. The sample selection used a purposive sampling technique with criteria determined by the researcher, namely 39 nurses. The instruments used in this study were observation sheets, glucose tests, and cholesterol tests. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results of this study will be published in an accredited journal, with the hope that they will provide input for nurses and hospitals, enabling them to receive routine health check-ups.
Edukasi manfaat jus timun terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Efroliza, Efroliza; Solihin, Solihin; Yunesi, Vira Suci; Natassyalia, Anjellicha; Safitri, Devi; Sulistin, Triani Mustika; Widiastuti, Resta; Dayanti, Nenti; Ulfa, Maria; Anisa, Anisa; Zahra, Andi Az
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2668

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that is a major risk factor for cardiovascular diseases, such as stroke and coronary heart disease, and contributes significantly to global morbidity and mortality rates. The World Health Organization reported that in 2024 approximately 1.4 billion adults aged 30–79 years suffer from hypertension, or nearly 33% of the world's adult population. Purpose: To analyze the effect of education on the benefits of cucumber juice in lowering blood pressure on improving community knowledge. Method: This study used an educational approach with simple interventions based on education and the provision of cucumber juice to increase community knowledge regarding hypertension control. The method used was pre-experimental with a one-group pretest–posttest design. The activity was carried out with 30 adult participants selected using purposive sampling according to the inclusion criteria, namely willing to participate in the activity, not allergic to cucumbers, and not currently undergoing medical conditions that strictly limit fluid intake.. Results: Of the 30 participants who participated in the activity, the average knowledge score before the education (pretest) was recorded at 48.7. After receiving education and a demonstration on how to make and consume cucumber juice, the average knowledge score increased to 81.3. Conclusion: Education on the benefits of cucumber juice using leaflets has been shown to increase public knowledge about lowering blood pressure and managing hypertension.   Keywords: Blood Pressure; Cucumber Juice; Educationl; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner, serta berkontribusi signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas global. World Health Organization melaporkan bahwa pada tahun 2024 sekitar 1.4 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun mengalami hipertensi, atau hampir 33% populasi dewasa dunia. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh edukasi manfaat jus timun dalam menurunkan tekanan darah terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Metode: Studi ini dilakukan dengan pendekatan edukatif dengan intervensi sederhana berbasis edukasi dan pemberian jus timun untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian hipertensi. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 30 peserta dewasa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi, yaitu bersedia mengikuti kegiatan, tidak memiliki alergi terhadap timun, dan tidak sedang menjalani kondisi medis yang membatasi konsumsi cairan secara ketat. Hasil: Sebanyak 30 partisipan yang mengikuti kegiatan, rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi (pretest) tercatat sebesar 48.7. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi mengenai cara pembuatan serta konsumsi jus timun rata-rata skor pengetahuan meningkat menjadi 81.3. Simpulan: Edukasi manfaat jus timun menggunakan media leaflet terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penurunan tekanan darah dan pengendalian hipertensi.                       Kata Kunci: Edukasi; Hipertensi; Jus Timun; Tekanan Darah.