Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana peran cita rasa dan aktivitas promosi dalam memengaruhi keputusan konsumen saat melakukan pembelian produk Sambel Pecel Mak Lies Madiun. Kajian ini muncul sebagai respons atas semakin ketatnya kompetisi pada sektor kuliner tradisional, khususnya produk sambel pecel, yang mendorong pelaku UMKM untuk lebih memahami elemen-elemen penentu perilaku beli konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei sebagai metode pengumpulan data. Data penelitian dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada 96 orang responden yang telah memiliki pengalaman membeli dan mengonsumsi Sambel Pecel Mak Lies Madiun, dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Pengolahan data dilakukan melalui serangkaian tahapan analisis statistik yang meliputi pengujian instrumen penelitian berupa uji validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, heteroskedastisitas, serta multikolinearitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda. Selain itu, pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t dan uji F, serta pengukuran koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara individual cita rasa memberikan pengaruh positif namun belum signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel promosi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan. Secara bersama-sama, variabel cita rasa dan promosi dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Nilai Adjusted R Square mengindikasikan bahwa variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut dalam kategori sedang, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa promosi memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mendorong keputusan pembelian konsumen dibandingkan dengan cita rasa. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen.