Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POTENSI PEMBANGKIT DAYA TERMOELEKTRIK MEMANFAATKAN SUMBER PANAS PELEBURAN MESIN DIE CASTING Laksana, Rifo Nur; Hery Sumardiyanto; Mahendra Natawibawa; Dean Anggara; Khairil Munawar
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah energi menjadi isu penting di berbagai negara dibelahan bumi ini. Dewasa ini para ilmuwan berlomba lomba mengembangkan teknologi yang berhubungan dengan konversi energi untuk mengatasi masalah energi. Tulisan ini mengungkapkan tentang pemanfaatan alat pembangkit termoelektrik untuk konversi energi panas menjadi listrik. Alat pembangkit termoelektrik mempunyai 2 sisi, sisi yang satu dihubungkan dengan mesin peleburan aluminum yang menghasilkan suhu tinggi, sedangkan sisi yang lain dihubungkan dengan Alumunium heatsink yaitu tempat buangan panas yang menghasilkan suhu rendah. Energi panas akan mengalir dari suhu tinggi ke suhu rendah dimana energi panas ini akan dikonversikan menjadi tenaga listrik oleh alat pembangkit termoelektrik. Hasil yang diperoleh yaitu tegangan listrik sebesar 4,2 Volt (DC) dan 0,32 Ampere dengan suhu panas 117oC dan suhu dingin 29oC.
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMMA MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 Rahmat, Rahmat; Hery Sumardiyanto; Rifo Nur Laksana; Mahendra Natawibawa; Dean Anggara; Khairil Munawar
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan mesin Stirling tipe gamma ini menggunakan sebuah metoda teknik perancangan VDI 2221. Metode VDI 2221, yaitu sebuah pendekatan sistematik terhadap desain untuk system teknik dan produk teknik yang dijabarkan oleh G. Pahl dan W.Beitz (VDI =Verein Deutscher Ingeniure/Persatuan Insinyur Jerman). Metode ini diharapkan mampu mempermudah seorang perancang untuk menguasai sistematika perancangan dari sebuah produk tanpa harus belajar secara detail. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah mesin stirling dengan energi keluaran sebesar 100 Watt serta kecepatan putar 1500 rpm, sehingga mesin ini dapat digunakan menjadi tenaga penggerak dari sistem mekanik. Rancangan yang terpilih menggunakan mesin stirling type gamma untuk sebuah kipas angin dengan 3 buah sudu. Setelah dilakukan pengujian, maka didapatkan kecepatan putar maksimum yaitu 3153 rpm, kecepatan putar rata-rata 1798 rpm, dengan efisiensi teoritis sebesar 63 % dengan daya keluaran sebesar 140 Watt.
PROBLEMATIK BEBERAPA PENGGUNAAN VSD PADA SYSTEM PENGKONDISI UDARA SENTRAL DI JAKARTA Mahendra Natawibawa
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan VSD dalam sistem pendingin udara terpusat telah diterapkan selama bertahun-tahun untuk tujuan efisiensi. Namun, ditemukan dalam implementasi nyata belum benar-benar diterapkan sebagai fungsinya. Makalah ini akan menyajikan implementasi situs nyata penerapan VSD pada pengaturan kecepatan motor pompa air dingin sebagai fungsinya [1] untuk mengendalikan laju aliran air dingin [2] masuk ke evaporator untuk membiarkan chiller bekerja sesuai dengan permintaan pendinginan pada tingkat beban aktual dan pada input daya yang diperlukan. Dengan menganalisis beberapa parameter terkait seperti suhu, tekanan air dan ampere yang diukur dan diamati sebagai data mentah maka mereka akan menunjukkan kinerja kerja dampak chiller pada energi yang dikonsumsi untuk dievaluasi pada dampak efisiensinya. Ditemukan implementasi nyata di situs ini VSD tidak terlihat seperti memvariasikan kecepatan motor pompa seperti yang biasa diterapkan tetapi lebih dengan diatur pada frekuensi tertentu seperti 32 Hz. Kemudian sebagian besar chiller tidak dapat dijalankan setinggi permintaan pendinginan karena hanya berjalan sekitar 50-60% karena laju aliran air dingin yang lebih rendah mengalir ke evaporator. Selain itu terlihat efisiensi efek pendinginan dalam menangani beban bangunan tidak cukup baik seperti disebutkan dalam katalog/referensi dengan kesulitan dalam mencapai target suhu air dingin yang keluar.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PELATIHAN K3 TERHADAP KEPATUHAN OPERATOR MESIN DI INDUSTRI OTOMOTIF Jefri Imron; Rahmat; Dean Anggara; Rifo Nur Laksana; Mahendra Natawibawa; Hery Sumardiyanto
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri otomotif, khususnya dalam pengoperasian mesin bertekanan tinggi seperti pressure vessel, menghadapi risiko keselamatan yang tinggi. Banyak kecelakaan kerja yang terjadi akibat ketidakpatuhan operator terhadap prosedur keselamatan yang berlaku. Untuk itu, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kepatuhan operator mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan K3 terhadap kepatuhan operator mesin di industri otomotif, dengan fokus pada penggunaan mesin bertekanan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terkait pelatihan K3 yang diikuti oleh operator mesin. Sampel penelitian terdiri dari 10 operator mesin, 3 supervisor, dan 2 manajer K3 di sektor industri otomotif yang menggunakan mesin bertekanan tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi perubahan dalam kepatuhan operator terhadap prosedur keselamatan pasca-pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan K3 efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan operator terhadap prosedur keselamatan, terutama dalam pengoperasian mesin bertekanan tinggi dan penggunaan alat pelindung diri. Namun, beberapa tantangan tetap ada dalam penerapan prosedur secara konsisten, terutama ketika operator dihadapkan pada tekanan pekerjaan yang tinggi. Kesimpulannya, pelatihan K3 dapat meningkatkan kepatuhan operator mesin terhadap prosedur keselamatan di industri otomotif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pelatihan yang lebih interaktif dan berkelanjutan untuk efektivitas yang lebih tinggi.