Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN EKSTRAK KULIT MANGGIS SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA KARBON DALAM MEDIA NACL 2,5% Dafif Azfa Nur; Muhamad Ibnu Ravasya Putra; Trisna; Thomas Junaedi; Rahmat
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan masalah serius yang sering terjadi pada baja karbon, terutama ketika digunakan pada lingkungan yang mengandung larutan garam seperti NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ekstrak kulit manggis sebagai inhibitor korosi alami pada baja karbon dalam media NaCl 2,5%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perendaman dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit manggis. Spesimen baja karbon direndam dalam larutan NaCl 2,5% baik tanpa inhibitor maupun dengan penambahan ekstrak kulit manggis selama waktu tertentu. Laju korosi dianalisis menggunakan metode kehilangan berat (weight loss) dengan membandingkan massa spesimen sebelum dan sesudah perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja karbon yang direndam tanpa inhibitor mengalami laju korosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan baja karbon yang diberi ekstrak kulit manggis. Penambahan ekstrak kulit manggis terbukti mampu menurunkan laju korosi secara signifikan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar kemampuan inhibitor dalam menghambat proses korosi. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif dalam kulit manggis yang dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan baja. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis efektif digunakan sebagai inhibitor korosi alami, ramah lingkungan, dan berpotensi menjadi alternatif pengganti inhibitor sintetis. 
PERBANDINGAN PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH BUAH BUSUK DAN KOTORAN SAPI DENGAN FERMENTASI BERBAHAN JERUK NIPIS Dafif Azfa Nur; Muhamad Ibnu Ravasya Putra; Rahmat
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan produksi biogas dari beberapa jenis bahan organik, yaitu buah-buahan busuk dan kotoran sapi. Proses pembuatan biogas menggunakan jerigen dan galon Le Minerale sebagai wadah fermentasi anaerob selama empat belas hari. Pada bahan buah ditambahkan jeruk nipis untuk membantu penguraian dan menjaga kestabilan pH. Penelitian ini dilakukan karena limbah organik dari pasar tradisional sering tidak dimanfaatkan, padahal masyarakat membutuhkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan murah. Tahapan penelitian meliputi penimbangan bahan, pencampuran dengan air, penambahan jeruk nipis pada buah, serta fermentasi dalam wadah tertutup. Volume biogas diukur setiap dua hari menggunakan alat sederhana berbasis perpindahan air. Hasil menunjukkan bahwa kotoran sapi menghasilkan biogas paling tinggi, yaitu 850 mililiter. Mangga busuk menghasilkan 620 mililiter, pepaya 540 mililiter, semangka 470 mililiter, dan melon 410 mililiter. Perbedaan produksi ini dipengaruhi oleh komposisi nutrisi masing-masing bahan. Penelitian ini membuktikan bahwa buah busuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif biogas meskipun hasilnya tidak sebesar kotoran sapi. Temuan ini mendukung pemanfaatan limbah organik sebagai energi terbarukan sederhana bagi masyarakat lokal.