A. Agusniatih
Universitas Tadulako, Palu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Menstimulasi Nilai Karakter melalui Permainan Tradisional Kucing dan Tikus A. Agusniatih; Durrotunnisa; Nurhayati3
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i4.95041

Abstract

Permasalahan penelitian adalah beberapa anak belum berkembang dan baru mulai berkembang kemampuan interaksi sosialnya, diantaranya anak belum mampu membangun kerjasama, mau menang sendiri dan mudah patah semangat.  Olehnya anak perlu dilatih untuk meningkatkan kemampuan dalam mengikuti aturan permainan, mengembangkan ketangguhan, dan membangun kerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa karakter sosial yang diperoleh melalui permainan tradisional "Kucing dan Tikus". Subjek penelitian ini terdiri dari 15 anak. Instrumen kemampuan interaksi social anak didasarkan pada pelaksanaan kurikulum merdeka yang menekankan ada observasi dan skala penilaian. Metode penelitian mengacu pada model tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup tiga pertemuan dan terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan  catatan lapangan. Analisis  data  menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengembangan karakter anak setelah distimulasi melalui permainan tradisional. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan skor persentase rata-rata: 43,89% pada pra-siklus, 64,44% pada Siklus I, dan 84,44% pada Siklus II, berdasarkan skor maksimum 12. Implikasinya anak perlu distimulasi untyk meningkatkan kemampuan interaksi sosialnya dengan melakukan permainan tradisional sesuai dengan aturan main, mengembangkan ketangguhan dan membangun kerjasama dalam satu tim permainan.