Permasalahan yang terjadi saat ini yaitu motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKN dibawah rata-rata karena masih terdapat siswa yang tidak mengerjakan PR yang diberikan disekolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model problem based learning berbantuan teknik scaffolding terhadap motivasi belajar PKN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment). Penelitian ini diracang menggunakan rancangan Single Factorial Independent Group Design. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan teknik group random sampling dengan jumlah sampel pada penelitian adalah 58 orang. Metode pengumpulan menggunakan metode non tes dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. PBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif memecahkan masalah nyata, sementara scaffolding berfungsi sebagai pendamping yang memandu siswa dalam memahami konsep, mengarahkan strategi, dan memberikan dukungan bertahap hingga mereka mampu belajar secara mandiri. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) berbantuan teknik scaffolding tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada PKN diterima dan hipotesis bahwa model Problem Based Learning (PBL) berbantuan teknik scaffolding tidak berpengaruh ditolak (PBL). Implikasi penelitian ini yaitu penggunaan PBL berbantuan teknik scaffolding lebih baik dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran.