Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Berbasis Lingkungan Melalui Pelatihan Diversifikasi Eco Enzyme Menjadi Produk Aromaterapi di Kelompok Majelis Taklim Kelurahan Manggala Antang Zelfia, Zelfia; Gafur, Abd.; Hadawiah, Hadawiah
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i2.331

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga di kawasan padat penduduk sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar menjadi isu lingkungan yang mendesak, khususnya bagi perempuan yang tergabung dalam Majelis Taklim Nurul Nisa Borong Jambu. Pada tahun sebelumnya, pelatihan eco enzyme telah dilaksanakan, namun produk yang dihasilkan memiliki bau menyengat sehingga tidak berkelanjutan secara penggunaan maupun produksi. Melihat tantangan tersebut, program pengabdian tahun kedua ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu Muslimah melalui kampanye eco digital dan pelatihan diversifikasi eco enzyme menjadi produk aromaterapi ramah lingkungan. Metode pelaksanaan terdiri atas edukasi lingkungan, FGD, pelatihan teknis fermentasi, formulasi aromaterapi, pelatihan pengemasan, kampanye digital, dan pendampingan produksi ulang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku lingkungan. Sebanyak 95% peserta memahami konsep eco enzyme, 85% mampu memproduksi eco enzyme dengan benar, dan 75% mampu membuat produk aromaterapi dengan aroma yang lebih lembut. Selain itu, terjadi penurunan volume sampah organik rumah tangga dari 100 kg/minggu menjadi 60 kg/minggu. Produk eco enzyme aromaterapi varian sereh dan jeruk berhasil diproduksi dan dikemas secara estetis oleh peserta. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan perempuan berbasis lingkungan, peningkatan kreativitas, dan pembentukan komunitas penggerak lingkungan di Majelis Taklim Antang . Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ekologis berbasis spiritual efektif dalam mendorong perilaku ramah lingkungan dan membuka peluang usaha hijau berbasis rumah tangga.
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X 4SMANEGERI 1 SUNGAI TARAB MELALUI METODEDISKUSI KELOMPOK DISERTAI LDS Zelfia, Zelfia
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6. No 1, Jilid 2, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.714 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1343

Abstract

Permasalahan yang penulis hadapi sebagai guru Biologi di SMA Negeri 1  Sungai Tarab adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar biologi. Cara yang diperkirakan dapat membantu untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah dengan melalui metode diskusi kelompok yang disertai dengan LDS. Dengan adanya metode diskusi dengan memberikan LDS kepada siswa diharapkan akan membuat semua siswa berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan aktivitas dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Oleh karena itu penulis perlu melaksanakan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri1Sungai Tarab Melalui Metode Diskusi Kelompok disertai LDS”.  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa terhadap penerapan metode diskusi kelompok yang disertai dengan LDS?Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa  dapat ditingkatkan melalui pemberian kuis, hal ini dapat dilihat dari rata-rata aktivitas siswa yang berpartisipasi aktif menjawab soal siklus I  34 % , siklus II 48,3 %, aktif mengajukan pertanyaan siklus I 22,25%, pada siklus II 32,2 %, siswa yang aktif mendengarkan uraian siklus I  48,3 %, siklus II 54,3 %, siswa yang mengemukakan pendapat siklus I 32,2 %, siklus II 43,5 %, dan siswa yang mengerjakan soal kuis siklus I 41,9 %, siklus II 54,3 %. Berdasarkan data yang diperoleh selama pembelajaran dapat disimpulkan bahwa pemberian kuis dapat meningkatkan aktivitas dan hasil berlajar  siswa.Kata Kunci: Aktivitas belajar, metode diskusi, LDS
Strategi Komunikasi Organisasi Sekolah dalam Menerapkan Program IMTAQ di SMPN 3 Pinrang Nadzifa Rahim, Naura; Zelfia, Zelfia; Ilham, Muhammad
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.336

Abstract

Pendidikan keagamaan di sekolah sangat penting dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi, dimana pengaruh negatif dari luar dapat membahayakan generasi muda. Pembentukan sikap individu yang baik melalui program IMTAQ (Iman dan Taqwa) menjadi krusial untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter positif seperti kejujuran dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan program IMTAQ di SMPN 3 Pinrang guna meningkatkan kualitas spiritual dan moral siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif serta kolaborasi antara kepala sekolah, guru, staf, dan siswa dalam mendukung implementasi program IMTAQ. Program pendukung seperti Pesantren Ramadhan dan evaluasi perilaku siswa, bersama dengan pemanfaatan media digital, berhasil meningkatkan keterlibatan siswa. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan keagamaan mencerminkan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai IMTAQ. Meskipun tantangan kedisiplinan masih ada, upaya komunikasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa, serta memberikan wawasan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program serupa.
Persepsi Masyarakat Terhadap Fenomena Toxic Language Di Kalangan Remaja Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah Ayunita , Reni; Zelfia, Zelfia; Akidah, Ihramsari
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap fenomena Toxic language dikalangan remaja dan untuk menganalisis proses komunikasi masyarakat dalam berinteraksi dengan anak remaja di Desa Tumbu, Kec. Topoyo, Kab. Mamuju Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari wawancara dengan beberapa informan peneliti mengelompokkan persepsi Informan sebagai berikut: 1) Normalisasi Bahasa Kasar sebagai Bentuk Kebiasaan Baru, 2) Toxic language sebagai Cermin Identitas atau Pengungkapan Diri, 3) Toxic language dapat Merusak Hubungan antar Individu, 4) Toxic language diperoleh dari Media Sosial dan Teman Sebaya dan 5) Toxic language Menimbulkan Ambiguitas Nilai. Dari wawancara juga diperoleh informasi terkait proses komunikasi antara masyarakat dengan remaja yang dilakukan dengan dua cara yaitu komunikasi langsung dan tidak langsung. Berdasarkan observasi ditemukan tantangan yang signifikan terkait perbedaan bahasa dan istilah yang digunakan di Desa Tumbu. Orang tua dan guru lebih menekankan penggunaan bahasa yang santun, sementara remaja lebih fleksibel dalam menggunakan bahasa gaul, termasuk Toxic language. Hal ini menciptakan kesenjangan komunikasi yang dapat memperburuk hubungan antar generasi. Namun demikian, hasil wawancara juga menunjukkan adanya upaya dari beberapa informan untuk menjembatani perbedaan pandangan tersebut melalui pendekatan komunikasi yang lebih terbuka dan empatik.