Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan Tentang Pencegahan Komplikasi Hipertensi dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Hipertensi di Ruang Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 Ciremai Kota Cirebon Tahun 2025 Ranto Karyanto; Soni Kiswanto; Maesaroh; Yanti Susanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3372

Abstract

Tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena seseorang sering kali tidak menunjukkan gejala dan oleh karena itu tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi, bahkan bisa berujung pada komplikasi. Tujuan Penelitian ini adalah Menganalisis Hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan komplikasi hipertensi dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi Di Ruang Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 103 pasien penderita hipertensi di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ciremai. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak 82 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 82 orang sebagian besar responden memiliki kategori pengetahuan tentang pencegahan komplikasi hipertensi baik, yaitu sebanyak 50 responden (61%). dari 82 orang Hampir seluruhnya responden memiliki kepatuhan diet kategori patuh, yaitu sebanyak 64 responden (78%). Berdasarkan hasil uji rank spearman menunjukkan P value sebesar 0,000 (<0,05) dan korelasi koefisien sebesar 0,704. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan tentang pencegahan komplikasi hipertensi dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di ruang poli penyakit dalam RS Ciremai tahun 2025.
Hubungan antara Waktu Tunggu Pasien dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon Tahun 2025 Kanapi; Putri Ayu Wulandari; Aria Pranatha; Yanti Susanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3373

Abstract

Waktu tunggu dalam pelayanan kesehatan masih menjadi isu yang sering memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Meskipun data Dinas Kesehatan Kota Cirebon menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit mencapai 98,54%, hasil studi pendahuluan di Unit Rawat Jalan RS Ciremai menunjukkan masih banyak pasien yang merasa tidak puas akibat waktu tunggu yang terlalu lama. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara persepsi umum kepuasan dan pengalaman pasien secara langsung di unit pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara waktu tunggu pasien dengan tingkat kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien rawat jalan di RS Ciremai, dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel waktu tunggu dan kepuasan pasien. Sebagian besar responden mengalami waktu tunggu dengan kategori tidak lama sebanyak 58 orang (58,6%). Tingkat kepuasan pasien sebagian besar berada pada kategori puas sebanyak 49 responden (49,5%), namun terdapat pula responden yang merasa kurang puas sebanyak 31 responden (75,6%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien (p-value = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu pasien dan kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan RS Ciremai Kota Cirebon. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, pihak rumah sakit diharapkan dapat mengoptimalkan jumlah tenaga kesehatan guna menangani tingginya jumlah kunjungan harian, khususnya di Unit Rawat Jalan.