Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Tension Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Sendy Shafakarina Erizal; Karina Dewi; Edi Prasetyo; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3382

Abstract

Latar belakang: Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, dan smartphone semakin meningkat di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran yang sedang menyelesaikan skripsi. Paparan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yang ditandai dengan keluhan mata lelah, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Kondisi ini diduga berkaitan dengan munculnya Tension Type Headache (TTH), yaitu nyeri kepala primer yang umum terjadi pada usia produktif, sehingga mahasiswa menjadi kelompok yang berisiko mengalami kedua kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Tension Type Headache (TTH) pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran angkatan 2022 Universitas YARSI. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 86 mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner CVS-Smart untuk menilai CVS dan kriteria ICHD-3 untuk menentukan TTH, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi CVS sebesar 76,7% dan prevalensi TTH sebesar 88,4%. Sebanyak 69,8% responden mengalami CVS dan TTH secara bersamaan. Namun, hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,232 (p>0,05), sehingga tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara CVS dan TTH pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Kesimpulan: Meskipun prevalensi CVS dan TTH pada mahasiswa skripsi tergolong tinggi, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua kondisi tersebut. Faktor lain seperti stres, postur tubuh, kualitas tidur, dan gaya hidup kemungkinan memiliki peran lebih besar dalam terjadinya TTH.
Hubungan Stress Level Terhadap Tension-Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Yarsi dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Salwa Sabia Fitriani; Karina Dewi; Edi Prasetyo; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3383

Abstract

Latar belakang: Tension-Type Headache (TTH) merupakan salah satu jenis nyeri kepala primer yang paling sering terjadi di masyarakat dan sering dikaitkan dengan faktor psikologis, terutama stres. Mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi berpotensi mengalami stres akibat tuntutan akademik yang tinggi, sehingga dapat memicu keluhan fisik seperti TTH. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan antara stress level dengan kejadian TTH pada mahasiswa skripsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress level terhadap kejadian Tension-Type Headache (TTH) pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres dan kriteria diagnosis ICHD-3 untuk mengidentifikasi TTH. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Correlation dan Chi-Square dengan bantuan software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami moderate stress (86%) dan sebagian besar mengalami TTH (88,4%). Namun, hasil uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara stress level dan TTH (p = 0,728). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara TTH dengan Indeks Massa Tubuh (p = 0,011) dan pola tidur (p = 0,007). Kesimpulan: Stress level tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Tension-Type Headache pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Faktor lain seperti IMT dan pola tidur memiliki hubungan yang lebih signifikan terhadap kejadian TTH.