Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gangguan Kognitif Pasca Stroke Edi Prasetyo
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v6i1.6661

Abstract

Cognitive impairment is a common post-stroke consequence that has a significant impact on the patient's daily functioning and quality of life. This article presents a literature review of six recent studies, consisting of three multicenter cohort studies, two systematic review studies and meta-analysis, and one cross-sectional study, to examine the characteristics and implications of post-stroke cognitive decline. The findings show that post-stroke cognitive impairment is strongly correlated with activity limitations in both the early and long-term phases, as well as restrictions on participation in community life. In addition, cognitive impairment contributes to a higher functional load and decreases the patient's social adaptability. The various cognitive assessment instruments used in these studies emphasized the importance of early cognitive evaluation to detect cognitive impairment, predict functional outcomes, and design targeted rehabilitation interventions. The clinical implications of this review emphasize the need to integrate cognitive assessment into stroke care standards to improve rehabilitation effectiveness, support patient self-recovery, and improve long-term quality of life.
An Overview of the Relationship Between Menopausal Status and Low Back Pain Complaints at RSUD Cempaka Putih and Its Review Towards Islamic Perspective Ghani Kamalya; Edi Prasetyo; Karimulloh Karimulloh
PROMOTOR Vol. 9 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i3.2337

Abstract

Menopause is a natural physiological phase in women characterized by a decline in estrogen levels, which may affect the musculoskeletal system and increase susceptibility to low back pain (LBP). Low back pain is a common complaint among menopausal women and can interfere with daily activities and quality of life. Nevertheless, evidence regarding the relationship between menopausal status or age at menopause and the intensity of low back pain remains inconsistent, indicating the need for further investigation. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. Data were collected from menopausal patients with low back pain at RSUD Cempaka Putih. Pain intensity was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate statistical analyses. The majority of respondents were menopausal women aged 45–55 years. Most patients experienced moderate pain intensity based on the NRS. Bivariate analysis showed no statistically significant relationship between menopausal status and NRS pain level. There was no significant relationship between menopause and the intensity of low back pain as measured by the Numeric Rating Scale. This finding suggests that low back pain in menopausal women is multifactorial and may be influenced by factors other than menopausal status alone. From an Islamic perspective, maintaining health through appropriate medical treatment and effort (ikhtiar) is part of preserving life (hifz an-nafs).
An Analysis of the Relationship Between Body Mass Index (BMI) and Knee Pain in Patients at RSUD Cempaka Putih with an Islamic Perspective Review Jihan Nabilah; Edi Prasetyo; Karimulloh Karimulloh
PROMOTOR Vol. 9 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i3.2338

Abstract

This study aimed to describe and examine the relationship between Body Mass Index (BMI) and knee pain among adult patients at RSUD Cempaka Putih and to review this relationship from an Islamic perspective. This study employed a quantitative observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 40 adult patients experiencing knee pain who met the inclusion criteria and were selected using a simple random sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements to determine Body Mass Index (BMI) and assessment of knee pain intensity using the Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis included univariate analysis to describe the distribution of BMI and knee pain levels, as well as bivariate analysis using the Chi-Square test to assess the relationship between BMI and knee pain. The results showed that the majority of participants had a BMI above the normal range, with more than half of the participants classified as overweight, obese, or obese class II. Knee pain intensity was predominantly moderate to severe. The Chi-Square test indicated that there was no statistically significant relationship between Body Mass Index (BMI) and knee pain severity (p = 0.346). However, descriptively, a tendency toward a higher proportion of severe knee pain was observed among participants with higher BMI, particularly in the obesity and obesity class II categories. There was no statistically significant association between Body Mass Index (BMI) and knee pain among adult patients at RSUD Cempaka Putih.
Hubungan Antara Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Tension Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Sendy Shafakarina Erizal; Karina Dewi; Edi Prasetyo; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3382

Abstract

Latar belakang: Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, dan smartphone semakin meningkat di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran yang sedang menyelesaikan skripsi. Paparan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yang ditandai dengan keluhan mata lelah, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Kondisi ini diduga berkaitan dengan munculnya Tension Type Headache (TTH), yaitu nyeri kepala primer yang umum terjadi pada usia produktif, sehingga mahasiswa menjadi kelompok yang berisiko mengalami kedua kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Tension Type Headache (TTH) pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran angkatan 2022 Universitas YARSI. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 86 mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner CVS-Smart untuk menilai CVS dan kriteria ICHD-3 untuk menentukan TTH, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi CVS sebesar 76,7% dan prevalensi TTH sebesar 88,4%. Sebanyak 69,8% responden mengalami CVS dan TTH secara bersamaan. Namun, hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,232 (p>0,05), sehingga tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara CVS dan TTH pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Kesimpulan: Meskipun prevalensi CVS dan TTH pada mahasiswa skripsi tergolong tinggi, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua kondisi tersebut. Faktor lain seperti stres, postur tubuh, kualitas tidur, dan gaya hidup kemungkinan memiliki peran lebih besar dalam terjadinya TTH.
Hubungan Stress Level Terhadap Tension-Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Yarsi dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Salwa Sabia Fitriani; Karina Dewi; Edi Prasetyo; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3383

Abstract

Latar belakang: Tension-Type Headache (TTH) merupakan salah satu jenis nyeri kepala primer yang paling sering terjadi di masyarakat dan sering dikaitkan dengan faktor psikologis, terutama stres. Mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi berpotensi mengalami stres akibat tuntutan akademik yang tinggi, sehingga dapat memicu keluhan fisik seperti TTH. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan antara stress level dengan kejadian TTH pada mahasiswa skripsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress level terhadap kejadian Tension-Type Headache (TTH) pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres dan kriteria diagnosis ICHD-3 untuk mengidentifikasi TTH. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Correlation dan Chi-Square dengan bantuan software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami moderate stress (86%) dan sebagian besar mengalami TTH (88,4%). Namun, hasil uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara stress level dan TTH (p = 0,728). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara TTH dengan Indeks Massa Tubuh (p = 0,011) dan pola tidur (p = 0,007). Kesimpulan: Stress level tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Tension-Type Headache pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Faktor lain seperti IMT dan pola tidur memiliki hubungan yang lebih signifikan terhadap kejadian TTH.