Pengajaran bahasa Inggris di tingkat pendidikan dasar memerlukan pendekatan yang tepat dengan karakteristik siswa agar kemampuan berbahasa, khususnya dalam aspek menyimak dan berbicara, dapat berkembang secara optimal. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti rendahnya keaktifan siswa, keterbatasan kosakata, serta kesulitan dalam memahami bahasa tanpa terjemahan. Maka dari itu, dibutuhkan metode pengajaran yang dapat mendorong murid untuk belajar secara langsung dan komunikatif. Satu diantara pendekatan yang dapat diterapkan ialah Direct Method, yaitu metode yang menekankan Pemanfaatan bahasa sasaran secara langsung tanpa bantuan terjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Direct Method pada kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di jenjang pendidikan dasar pada tahap observation dan principles.Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, dengan sumber data dalam wujud jurnal akademik dan buku yang berkaitan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan informasi yang berkaitan dengan penggunaan Direct Method dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan beberapa metode lain seperti flashcard, Total Physical Response, dan role play, Direct Method memiliki keunggulan dalam melatih siswa untuk berpikir langsung dalam Bahasa Inggris serta meningkatkan kemampuan komunikasi secara alami. Pada tahap observation, pembelajaran ditandai dengan penggunaan Bahasa Inggris secara penuh oleh guru, pemanfaatan media konkret seperti gambar dan gerakan, serta keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan menirukan, tanya jawab, dan praktik berbicara sederhana. Pada tahap principles, ditemukan bahwa metode ini memiliki prinsip utama berupa penggunaan bahasa tanpa terjemahan, fokus pada keterampilan menyimak dan berbicara, peran guru sebagai model bahasa, serta penggunaan media konkret untuk membantu pemahaman siswa.Secara keseluruhan, Direct Method mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan bermakna serta mendorong siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris secara aktif. Namun, metode ini juga memiliki keterbatasan, terutama bagi siswa dengan penguasaan kosakata yang masih terbatas, sehingga memerlukan penyesuaian strategi pembelajaran agar dapat diterapkan secara optimal.