p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Media Interaktif Baamboozle untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual Perkalian Bilangan Cacah pada Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Nurul Aliyah; Salsa Bila; Lyra Virna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21124

Abstract

Pemahaman konsep perkalian masih menjadi tantangan bagi banyak siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji isi modul ajar yang dirancang dengan media interaktif Baamboozle untuk membantu siswa kelas 4 SD memahami perkalian bilangan cacah secara lebih menyenangkan dan bermakna. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis isi, penelitian ini menelaah bagaimana struktur, model pembelajaran, media, serta strategi dalam modul mendukung proses belajar. Hasilnya, modul ini menggabungkan pembelajaran berbasis masalah, kerja kelompok, dan eksplorasi langsung dengan media konkret serta digital. Evaluasi melalui Baamboozle juga menciptakan suasana belajar yang aktif dan tidak menegangkan. Kesimpulannya, modul ini memiliki potensi kuat untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui pendekatan yang kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan.
Pengelolaan Kesepakatan Kelas pada Siswa Sekolah Dasar (Perencanaan, Pelakasanaan dan Evaluasi) Nuraini Cantik Rizki Pramono; Siti Fitriani; Lyra Virna; Rusi Rusmiati Aliyyah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23434

Abstract

Pengambilan keputusan di kelas telah diketahui berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang aman, teratur, dan mendukung perkembangan sosial-emosional peserta didik. Namun, praktik ini masih sering belum berlangsung secara partisipatif dan berkesinambungan, sehingga belum sepenuhnya dipahami bagaimana pendidik dan peserta didik terlibat dalam proses menetapkan serta mengevaluasi kesepakatan kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengeksplorasi persepsi pendidik sekolah dasar mengenai: (1) proses pengambilan keputusan antara guru dan peserta didik, (2) dasar pertimbangan guru dalam menentukan aturan dan tanggung jawab kelas, (3) bentuk partisipasi siswa dalam pelaksanaan kesepakatan kelas, serta (4) mekanisme evaluasi guru terhadap keputusan yang telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-kualitatif dengan desain Simple Research Design (SRD), yang memungkinkan pemahaman fenomena berdasarkan kondisi nyata melalui analisis reflektif dan penghubungan temuan dengan teori. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi pertanyaan terbuka yang dirancang untuk menggali jawaban secara mendalam, sehingga berfungsi sebagai bentuk wawancara tertulis dengan guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan keterhubungan erat antara keempat tema utama tersebut dalam membentuk pola pengambilan keputusan yang efektif. Guru melibatkan peserta didik dalam perumusan aturan, mempertimbangkan kebutuhan belajar, perkembangan siswa, dinamika kelas, dan nilai sekolah dalam membuat keputusan. Siswa berpartisipasi melalui penyampaian pendapat, refleksi, penegakan aturan, serta pemberian umpan balik. Pada tahap evaluasi, guru meninjau ulang aturan, mendiskusikan kembali kesepakatan, menerapkan strategi monitoring seperti penguatan atau sistem poin, serta melakukan refleksi berkala untuk menilai relevansi dan dampak aturan terhadap perilaku dan iklim kelas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengambilan keputusan yang kolaboratif dan dievaluasi secara berkelanjutan mampu membentuk lingkungan belajar yang demokratis, partisipatif, dan bermakna. Proses ini tidak hanya menetapkan aturan, tetapi juga menumbuhkan nilai tanggung jawab, keterlibatan aktif, musyawarah, serta budaya positif dalam kehidupan kelas.
Penerapan Model Cooperative Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar Lyra Virna; Agnia Nurul Fauziah; Santy Kurniasih
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 9 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i9.24847

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar memerlukan model yang mampu meningkatkan hasil belajar sekaligus mengembangkan keterampilan sosial peserta didik. Salah satu model yang relevan digunakan adalah cooperative learning, yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok kecil untuk bekerja sama mencapai tujuan belajar bersama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep, manfaat, penerapan, dan relevansi cooperative learning dalam pembelajaran masa kini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa cooperative learning mampu meningkatkan pemahaman materi, motivasi belajar, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan rasa percaya diri siswa. Model ini juga relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 karena mendukung keterampilan kolaborasi, kreativitas, komunikasi, dan berpikir kritis. Dengan demikian, cooperative learning menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dan sesuai diterapkan di sekolah dasar.
Penerapan Teori Multiple Intelligences dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Agnia Nurul Fauziah; Lyra Virna; Santy Kurniasih
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 9 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i9.24864

Abstract

Teori Multiple Intelligences yang di paparkan oleh Howard Gardner menjelaskan bahwasannya kecerdasan tidak selalu terbatas pada kemampuan akademik, tetapi terdiri atas berbagai jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu dengan tingkat perkembangan yang berbeda-beda. Dalam konteks pendidikan, teori ini penting diterapkan karena setiap siswa memiliki potensi, minat, dan gaya belajar yang beragam. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan teori Multiple Intelligences dalam Proses belajar pada sekolah dasar. Metode yang akan digunakan adalah kajian literatur (studi kepustakaan) dengan menelaah berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan referensi lain yang berkaitan dengan konsep kecerdasan ganda serta implementasinya dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teori ini dapat dilakukan melalui penerapan berbagai jenis metode belajar, seperti diskusi kelompok, praktik langsung, permainan edukatif, penggunaan media visual, musik, serta kegiatan refleksi diri. Penerapan Multiple Intelligences mampu membantu guru mengenali potensi siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan begitu, teori Multiple Intelligences relevan diterapkan di sekolah dasar sebagai upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara optimal.