Habibun Nabila Nur Mustaqimah
Universitas Muhammadiyah Gresik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Working Period and Comfort of Personal Protective Equipment (PPE) With Compliance Behavior of Using PPE In Cut Area Workers PT. Cahaya Bintang Olympic Zufra Inayah; Nabiella Rahayu Kurniasih; Hilda Aulia Saputri; Habibun Nabila Nur Mustaqimah; Elok Pramiswara Ristanti
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i3.6056

Abstract

PT Cahaya Bintang Olympic is one of the furniture processing industries with a high risk of accidents and occupational illnesses, particularly in the cutting area.  One safeguard for workplace safety and health is the company's requirement to utilize Personal Protective Equipment (PPE).  The aim of this study is to determine and examine how workers' compliance with PPE use in the cutting area is impacted by their comfort level and length of service.  36 workers made up the sample for this cross-sectional study, which employed an analytical descriptive method. Compliance with PPE use is the dependent variable, whereas duration of service and comfort level with PPE use are the independent variables.  Questionnaires and observation sheets were used to gather data, and the chi-square test was used for analysis.  According to the findings, the majority of employees fell into the long tenure category (52.8%), felt at ease using personal protective equipment (72.2%), and cooperated with PPE use (83.3%).  PPE comfort with compliance with PPE use (p = 0.000) and length of service are significantly correlated with compliance with PPE use (p = 0.005).  To maintain the comfort level of PPE use, it is advised that businesses enhance PPE comfort through suitable testing and changes.
PENGARUH PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP KECELAKAAN KERJA NELAYAN DI KECAMATAN GRESIK Habibun Nabila Nur Mustaqimah; Zufra Inayah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58315

Abstract

Dalam industri perikanan, kecelakaan kerja terus menjadi masalah utama, khususnya bagi nelayan yang menghadapi bahaya signifikan saat bekerja di laut. Salah satu strategi untuk menyusutkan kecelakaan kerja adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Tetapi, nelayan masih belum menggunakan APD secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana penggunaan APD oleh nelayan Kecamatan Gresik memengaruhi kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, analitis, dan observasional. Sampel sebanyak 251 nelayan dipilih secara acak dari populasi penelitian, yang terdiri dari seluruh 681 nelayan di Kecamatan Gresik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi lapangan dan kuesioner. Uji regresi logistik univariat dan bivariat sederhana digunakan untuk menganalisis data. Menurut uji tersebut, 72,1% nelayan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat. Luka tusuk atau sayatan akibat alat tangkap ikan (26,5%), jatuh atau tergelincir di perahu (22,5%), dan cedera akibat mesin perahu (22,1%) merupakan cedera kerja yang paling sering terjadi di kalangan nelayan. Penggunaan APD dan frekuensi kecelakaan kerja berkorelasi signifikan, menurut hasil analisis regresi logistik sederhana, yang menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Menurut nilai odds ratio (OR) sebesar 0,291, nelayan yang enggan memakai alat pelindung diri dengan benar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan kerja disamakan dengan nelayan yang menggunakannya dengan benar.