Lina Nur Fatimah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Diazepam dan Magnesium Sulfat dalam Penanganan Kejang pada Tetanus: Tinjauan Literatur Iwan Setiawan Adji; Lina Nur Fatimah; Dhia Laila Nadzifa; Witrishya Anggrahini; Noval Gentha Mahensa
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6414

Abstract

Seizures are a serious complication of tetanus, contributing to high morbidity and mortality rates. Various therapeutic approaches have been employed to manage seizures, including diazepam and magnesium sulfate. This literature review aims to compare the effectiveness of these two agents in reducing both the frequency and severity of seizures in tetanus patients. A systematic search was conducted using scientific publications from PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect over the past ten years. The review indicates that magnesium sulfate shows potential as an effective and relatively safe alternative to diazepam in certain clinical settings. However, variations in study design and limited available data highlight the need for further clinical trials to strengthen existing evidence. This review is expected to serve as a reference for clinicians in selecting optimal anticonvulsant therapy for tetanus cases. Furthermore, the study emphasizes the importance of understanding the pharmacological mechanisms, clinical indications, and monitoring of adverse effects to ensure both safety and efficacy of the therapy. Overall, this literature review contributes to the development of evidence-based clinical guidelines for managing seizures in tetanus patients.
Efektivitas Injeksi Steroid Intratimpani Dexamethasone Versus Terapi Hiperbarik Oksigen pada Pasien Tuli Sensorineural Mendadak: Tinjauan Sistematis Ninda Pradani Futana; Syarafina Ayu Putri Susanto; Lina Nur Fatimah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuli sensorineural mendadak (SSNHL) ditandai dengan gangguan pendengaran sensorineural ≥ 30 dB selama ≥ 3 frekuensi berturut-turut yang terjadi dalam 72 jam, dan dapat disertai tinitus atau vertigo. Insidensi SSNHL diperkirakan 5-20 kasus per 100.000 orang per tahun. Etiologi dari SSNHL 10% dapat disebabkan oleh infeksi, gangguan pembuluh darah, penyakit autoimun, gangguan telinga bagian dalam dan sistem saraf pusat sedangkan 90% lainnya idiopatik. Problem terapi lini pertama SSNHL adalah adanya pasien yang tidak merespon steroid sistemik. Sehingga dibutuhkan terapi tambahan seperti HBOT dan ITS yang keduanya terbukti memiliki efek terapi yang sesuai pada SSNHL menurut penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dan menilai secara sistematis efektivitas dari terapi injeksi intratimpani dengan dexamethasone dan terapi hiperbarik oksigen pada tuli sensorineural mendadak (SSNHL). Penelitian ini merupakan systematic review dengan database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, Springer Link, Cochrane dan Pubmed dengan jumlah artikel yang didapat 325 artikel. Setelah dilakukan skrining dan telaah kritis, hasil artikel yang didapatkan dan kami review sebanyak enam artikel. Hasil telaah dan analisis dari enam artikel menunjukkan efektifitas dari terapi injeksi steroid intratimpani dengan deksamethasone dibandingkan terapi oksigen hiperbarik (HBO) pada salah satu parameter kesembuhann yang mengacu pada hearing recovery rate.