Munazzah Hurun Ainun
Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teori Belajar Konstruktivisme dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Komparatif dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Maslani; Rifdaa Aulia; Haedarullah; Munazzah Hurun Ainun; Silma Mazia Effendi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).234-259

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi antara teori belajar konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Kajian ini penting dilakukan karena teori konstruktivisme dan epistemologi Qur’ani sering dipandang berasal dari landasan yang berbeda, padahal keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses memperoleh dan membangun pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta peluang integrasi antara teori konstruktivisme dengan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan filosofis-pedagogis. Sumber data utama diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan proses berpikir, penalaran, dan pembelajaran, serta teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Data pendukung diperoleh dari berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan teori pembelajaran modern. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis komparatif untuk menemukan titik temu dan perbedaan konseptual antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an sama-sama menekankan pembelajaran aktif, kemampuan berpikir kritis, refleksi, serta interaksi sosial melalui konsep tadabbur, tafakkur, dan ta‘qil. Namun, perbedaan mendasar terletak pada sumber kebenaran, yaitu pengalaman dan interaksi sosial dalam konstruktivisme, sedangkan Al-Qur’an menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip konstruktivisme dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Qur’ani untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam yang holistik, sehingga mampu menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, moral, dan pembentukan karakter peserta didik.