p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Sumber Daya Pangan Daerah untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Mendukung Perekonomian Masyarakat Desa Cijeruk Melalui Program KKN Inovasi Pangan Lokal Raden Siti Nurlaela; Mufti Ridho Riyaldi; Anatasya Fadillah; Gita Nur Eriani; Fitriah Nur Hasanah; Egi Aulia Syahbana; Amanda Artatia Putri; Cinta Andani; Siti Anisa Maulida Yanti; Siti Dwi Septiani; Reva Aprilia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21700

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan potensi pangan lokal di Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, melalui inovasi produk selai salak sebagai cara untuk meningkatkan ketahanan pangan serta mendukung perekonomian masyarakat. Melalui program KKN, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tetapi juga diberi kekuatan untuk mengembangkan peluang usaha yang berasal dari potensi daerah. Produk selai salak terbukti mampu menjadi identitas khas desa sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi produk pangan lokal. Di samping itu, inovasi ini turut memberikan dampak positif terhadap kenaikan pendapatan keluarga dan ekonomi desa, mendorong kemandirian masyarakat, serta memperkuat UMKM dalam menghadapi persaingan di pasar. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada aspek skala produksi, daya simpan produk, dan strategi pemasaran yang belum teruji secara optimal. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan model produksi berkelanjutan, uji mutu dan ketahanan produk, serta strategi branding dan distribusi yang lebih luas agar selai salak mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional maupun nasional. Dengan langkah tersebut, Desa Cijeruk berpotensi menjadi contoh sukses dalam pengembangan inovasi pangan lokal yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Analisis Kegagalan Keamanan Pangan dan Redesain Sistem HACCP pada Produk Susu UHT yang Mengalami Kerusakan Kemasan dan Kontaminasi Bakteri Mutiara Az-zhari Wijaya; Afwina Aulia Sapitri; Siti Dwi Septiani; Cinta Andani; Hafidh Alauddin Robbani; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25378

Abstract

Susu Ultra High Temperature (UHT) memiliki risiko kegagalan keamanan pangan apabila terjadi kerusakan kemasan maupun kontaminasi bakteri pembusuk seperti Bacillus cereus. Kerusakan kemasan menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan mutu di industri pengolahan susu sehingga diperlukan penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang lebih ketat, khususnya dalam penetapan Titik Kendali Kritis (Critical Control Point/CCP). Penerapan HACCP yang efektif mampu menurunkan tingkat risiko bahaya dari kategori ekstrem menjadi lebih aman dan terkendali sehingga dapat menjamin keamanan pangan, mengurangi potensi kerugian finansial akibat penarikan produk, serta menjaga konsistensi mutu produk susu UHT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kegagalan keamanan pangan pada produk susu UHT serta merancang ulang sistem HACCP yang lebih efektif dalam mengendalikan bahaya keamanan pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review) melalui penelusuran berbagai sumber pustaka dari Google Scholar dan jurnal terakreditasi yang berkaitan dengan kegagalan sistem keamanan pangan dan penerapan HACCP pada industri susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan keamanan pangan pada susu UHT dipengaruhi oleh kelemahan integritas kemasan, ketidaksesuaian Good Manufacturing Practices (GMP), lemahnya implementasi Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP), serta kurang optimalnya monitoring titik kendali kritis. Redesain sistem HACCP dilakukan melalui penguatan program prasyarat, penambahan CCP pada tahap pengemasan aseptik, penetapan batas kritis yang tervalidasi, sistem monitoring terstandar, serta tindakan koreksi dan verifikasi yang lebih komprehensif. Penerapan sistem HACCP yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan keamanan pangan, menjaga mutu produk susu UHT, mengurangi risiko kontaminasi bakteri, dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan olahan.