p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Minuman Jelly Berbahan Baku Ekstrak Teh Hijau dan Sari Buah Lemon Kalfiah; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.19226

Abstract

Minuman jelly merupakan minuman ringan berbentuk gel. Umumnya minuman jelly memliki sifat elastis namun konsistensinya atau kekuatan gelnya lebih lemah bila dibandingkan jelly agar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan ekstrak teh hijau dan sari buah lemon terhadap karakteristik fisikokimia dan karakteristik sensori minuman jelly. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor  yaitu perbandingan ekstrak teh dan sari buah lemon dengan 4 taraf perlakuan, yaitu A1 (100% :0%), A2  (95% :5%), A3  (90% : 10%) dan A4 (85% : 15%). Parameter yang dianalisis adalah total padatan terlarut, sineresis produk, derajat keasaman (pH), aktivitas antioksidan, sensori dan hedonik. Analisis data dan penelitian yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Perbandingan ekstrak teh hijau dan sari buah lemon berpengaruh nyata meningkatkan karakteristik fisikokimia yaitu total padatan terlarut dan aktivitas antioksidan dan menurunkan derajat keasaman (pH) sedangkan pada sineresis tidak berpengaruh nyata. karakteristik mutu sensori yaitu aroma teh hijau,  aroma lemon, rasa asam, rasa manis, tekstur, dan kemudahan sedot sedangkan pada mutu warna tidak berpengaruh nyata. Pada mutu hedonik warna, aroma teh hijau, rasa asam, rasa manis, tekstur, kemudahan sedot dan overall berpengaruh nyata sedangkan pada aroma lemon tidak berbeda nyata. Hasil mutu sensori minuman jelly warna mengarah ke kuning kecoklatan, rasa mengarah ke manis sedikit asam, aroma mengarah ke aroma teh hijau dan lemon, tekstur mengarah ke cair, dan kemudahan sedot mengarah ke mudah disedot. Hasil uji hedonik pada parameter warna, rasa asam, rasa manis, aroma teh hijau, aroma lemon, tekstur, kemudahan sedot  dan overall semuanya mengarah ke suka. Hasil penelitian menunjukkan produk terpilih yaitu pada perlakuan A3 dilihat berdasarkan nilai yang sesuai dengan taraf mutu SNI 8897:2020 dan taraf nyata yang paling berpengaruh pada setiap perlakuan  perbandingan ekstrak teh hijau dan sari buah lemon.
Karakteristik Tekstur dan Warna Daging Celeng (Sus Scrofa Vittatus) dengan Berbagai Pengolahan Faiz Zaenal Muttaqin; Intan Kusumaningrum; Tiana Fitrilia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24695

Abstract

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh masyarakat karena kualitas dan kandungan proteinnya yang tinggi. Dalam praktik pengolahan pangan, berbagai metode seperti perebusan, penggorengan, dan pemanggangan, diketahui dapat memengaruhi sifat fisik dan sensoris daging, termasuk tekstur serta warnanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai metode pengolahan (perebusan, penggorengan, dan pemanggangan) terhadap karakteristik tekstur dan warna daging celeng. Metode pengujian tekstur menggunakan Texture Analyzer dengan parameter hardness, springiness, cohesiveness, gumminess, dan chewiness, serta pengujian warna menggunakan Chroma Meter CR-400 untuk mengukur kecerahan (L*), kemerahan (a*), kekuningan (b*), chroma (C), dan hue (h). Hasil penelitian menunjukkan metode pengolahan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur daging. Namun pada pada analisis warna ditemukan pengaruh yang nyata, dimana daging celeng yang direbus memiliki nilai h* (62,25%) tertinggi menunjukkan warna cenderung lebih pucat dibandingkan metode lainnya. Daging celeng yang digoreng memiliki b* (23,20%) dan C* (26,49%) tertinggi yang menunjukan warna lebih jenuh dan intens. Daging celeng yang dipanggang memiliki L* (58,76%) tertinggi yang menunjukkan warna lebih terang dibandingkan metode lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik warna memberikan pegaruh terhadap perubahan akibat metode pengolahan dibandingkan tekstur.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroorganisme Potensial dari Sumber Alami serta Evaluasi Aktivitas Fungsionalnya Syifa Dwi Spirulina; Syifa Nuraulia; Mila Azkia; Adhelya Rahmadhani Suryadi; Weni Sumirat; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24761

Abstract

Mikroorganisme berperan penting dalam berbagai aplikasi bioteknologi, terutama pada proses fermentasi dan produksi senyawa bernilai guna. Meskipun demikian, pemanfaatan mikroorganisme dari sumber lokal masih terbatas akibat kurangnya informasi mengenai karakteristik serta potensi fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi, dan menilai kemampuan mikroorganisme yang berasal dari sumber alami. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan analisis deskriptif secara kuantitatif dan kualitatif. Sampel diperoleh dari sumber alami, kemudian diproses melalui teknik pengenceran bertingkat, inokulasi pada media selektif, serta pemurnian isolat. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni, uji Gram, dan pengujian aktivitas biologis, yang selanjutnya dianalisis secara statistik sederhana dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 isolat awal diperoleh 14 isolat potensial berdasarkan karakteristik pertumbuhan. Mayoritas isolat termasuk dalam kelompok Gram positif dengan bentuk sel basil dan kokus. Pengujian aktivitas menunjukkan adanya perbedaan kemampuan antar isolat, dengan dua isolat unggul memiliki diameter zona hambat hingga 14,2 mm dan indeks aktivitas enzim mencapai 72%. Variasi ini mencerminkan perbedaan kemampuan adaptasi dan potensi biologis mikroorganisme. Penelitian ini masih terbatas pada identifikasi konvensional dan skala laboratorium, namun memberikan dasar awal dalam pemanfaatan mikroorganisme lokal untuk pengembangan bioteknologi.
Perbandingan Penggunaan Direct Vat Set (DVS) dan Bulk Starter dalam Industri Fermentasi Susu: Literature Review Detya Zalfa; Andita Nurintania M; Rizka Rahmania; Syifa Fauziyah Febriyani; Siti Anisa; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24764

Abstract

Fermentasi susu merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan yang telah berkembang pesat, khususnya dalam penggunaan kultur starter untuk produksi yogurt, keju, dan produk susu fermentasi lainnya. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk membandingkan secara komprehensif dua sistem starter utama dalam industri fermentasi susu, yaitu Direct Vat Set (DVS) dan bulk starter, dari aspek teknologi produksi, kualitas produk, risiko kontaminasi, keunggulan fungsional, dan pertimbangan ekonomis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah 10 tahun terakhir (2015–2025). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa DVS menawarkan kemudahan penggunaan, konsistensi kualitas produk, dan perlindungan lebih baik terhadap kontaminasi bakteriofag, sementara bulk starter lebih ekonomis pada skala produksi besar dengan infrastruktur memadai. Inovasi teknologi freeze-drying dan optimasi krioprotektan terbukti meningkatkan viabilitas sel DVS secara signifikan. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi industri susu nasional dalam memilih sistem starter yang tepat sesuai kapasitas produksi dan tujuan mutu produk. Kesimpulan tinjauan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis starter harus mempertimbangkan skala produksi, kapasitas sumber daya manusia, dan infrastruktur laboratorium yang tersedia.
Review Artikel: Pengaruh Komposisi Media Fermentasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Metabolit Mikroba Desti Isna Danias; Dhiva Dwi Handayani; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Tiara Amanda Lestari; Intan kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24769

Abstract

Komposisi media fermentasi merupakan faktor kunci yang menentukan pertumbuhan mikroba dan produksi metabolit dalam proses fermentasi industri. Review artikel ini mengkaji berbagai penelitian terkini mengenai pengaruh komponen media seperti sumber karbon, nitrogen, mineral, dan faktor fisikokimia terhadap kinerja fermentasi mikroba. Berdasarkan analisis literatur dari 10 jurnal terindeks internasional periode 2016-2026, ditemukan bahwa optimasi komposisi media menggunakan metode statistik seperti Response Surface Methodology (RSM) dan Plackett-Burman Design dapat meningkatkan produksi metabolit hingga 200-300%. Sumber karbon kompleks seperti molase, pati, dan limbah agroindustri terbukti lebih ekonomis dibandingkan glukosa murni. Sumber nitrogen organik seperti yeast extract dan pepton memberikan hasil lebih baik untuk produksi metabolit sekunder. Konsentrasi fosfat, magnesium, dan trace elements juga mempengaruhi jalur metabolisme mikroba. Pendekatan machine learning dan metabolomics mulai digunakan untuk memprediksi formulasi media optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemilihan dan optimasi komposisi media yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi fermentasi dan menurunkan biaya produksi.
Profil Tekstur Patty Daging Celeng, Babi, dan Campurannya Menggunakan Texture Analyzer Siti Ariska Yuliyana; Noli Novidahlia; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24841

Abstract

Daging merupakan bahan pangan hewani yang sering diolah menjadi berbagai produk seperti patty. Mutu produk daging olahan sangat ditentukan oleh karakteristik teksturnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil tekstur patty daging celeng, babi, dan campurannya menggunakan Texture Analyzer dengan parameter hardness, springiness, cohesiveness, gumminess, dan chewiness. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan, yaitu Celeng 100%: Babi 0%, Celeng 75%: Babi 25%, Celeng 50%: Babi 50%, Celeng 25%: Babi 75%, dan Celeng 0%: Babi 100%. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi proporsi daging celeng dan daging babi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap parameter hardness dan gumminess, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap springiness, cohesiveness, dan chewiness. Nilai hardness patty daging celeng, babi, dan campurannya berada pada kisaran 3,09–4,12 KgForce, sedangkan nilai springiness patty berada pada kisaran 0,99%–6,11%. Nilai cohesiveness patty berkisar antara 0,84%–0,89%, nilai gumminess patty berkisar antara 2,17 KgForce–3,89 KgForce, dan nilai chewiness patty berada pada kisaran 2,78 KgForce–15,84 KgForce. Patty berbahan 100% daging celeng memiliki nilai springiness (6,11%), cohesiveness (0,89%), dan chewiness (15,84 KgForce) tertinggi dibandingkan patty babi murni maupun campurannya, menunjukkan tekstur yang lebih elastis, kenyal, dan kompak.