p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengawasan Mutu Ekstrak Powder Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan Ekstrak Liquid Kunyit (Curcuma Longa L.) di PT Sari Alam Sukabumi Asiah Septianingsih; Tiana Fitrilia; Rizki
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21945

Abstract

Produk herbal memerlukan pengawasan mutu yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas bahan aktif di dalamnya. Salah satu metode yang umum digunakan dalam standarisasi bahan alam adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dapat mengidentifikasi senyawa aktif utama dalam ekstrak tumbuhan. Namun, masih sedikit penelitian yang menggambarkan penerapan sistem pengawasan mutu di tingkat industri, terutama dalam memastikan konsistensi hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologi ekstrak herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pengawasan mutu pada ekstrak powder daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan ekstrak liquid kunyit (Curcuma longa L.) di PT Sari Alam Sukabumi. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pengujian laboratorium, meliputi uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kadar air, viskositas, mikrobiologi, dan organoleptik. Hasil KLT menunjukkan tiga bercak pada simplisia daun katuk (Rf 0,10; 0,86; 0,92) dan empat bercak pada simplisia kunyit (Rf 0,36; 0,56; 0,78; 0,90) yang menandakan keberadaan flavonoid dan kurkuminoid. Nilai kadar air sebesar 2,25% menunjukkan kestabilan ekstrak, sedangkan viskositas 28,45 mPa·s mengindikasikan konsistensi cairan yang baik. Uji mikrobiologi memperlihatkan tidak adanya kontaminasi patogen dengan nilai ALT dan AKK jauh di bawah batas maksimum, sementara hasil organoleptik menunjukkan kesesuaian karakteristik fisik dengan bahan asalnya. Penelitian ini membuktikan bahwa sistem pengawasan mutu berbasis CPOTB di PT Sari Alam Sukabumi berjalan efektif dalam menjaga kualitas dan keamanan produk ekstrak herbal. Batasan penelitian ini adalah belum adanya analisis kuantitatif senyawa aktif dan uji aktivitas biologis. Penelitian lanjutan disarankan untuk menambahkan kedua aspek tersebut agar hasil validasi mutu lebih komprehensif.
Penerapan Good Manufacturing Practice pada Produksi Eksrak Daun Kelor (Moringa oleifera) di PT Sari Alam Sukabumi Destila Mukhreza; Siti Nurhalimah; Rizki
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21946

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan ribuan jenis tanaman herbal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku industri obat tradisional. Salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui memiliki berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, mutu dan keamanan produk herbal sangat bergantung pada penerapan sistem produksi yang baik sesuai dengan Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan GMP pada proses produksi ekstrak daun kelor di PT Sari Alam Sukabumi serta menilai kesesuaiannya dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif dengan menafsirkan hasil pengamatan lapangan terhadap setiap aspek penerapan GMP, termasuk sistem mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, proses produksi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Sari Alam Sukabumi telah menerapkan prinsip GMP dengan baik dan sesuai dengan ketentuan BPOM No. 25 Tahun 2021. Hasil uji mutu terhadap ekstrak daun kelor menunjukkan kadar air 2,93% dan tidak terdeteksi cemaran mikroba patogen, yang berarti produk memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (2017). Penerapan GMP secara menyeluruh tidak hanya menjamin keamanan dan mutu produk, tetapi juga meningkatkan daya saing industri ekstrak bahan alam di Indonesia.