Adnani Budi Utami
Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kecenderungan stres akademik pada mahasiswa rantau di Surabaya: Bagaimana peran self-efficacy dan dukungan social? WD. Putri Anggraeny; Hetti Sari Ramadhani; Adnani Budi Utami
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and social support and academic stress tendency among out-of-town students in Surabaya. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 110 out-of-town students who were currently enrolled in higher education institutions in Surabaya and were selected using a purposive sampling technique. The instruments used in this study were the academic stress tendency scale, the self-efficacy scale, and the social support scale. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results indicated that self-efficacy and social support simultaneously had a significant effect on academic stress tendency, with an obtained value of R = 0.783; F = 84.586 with a significance level of 0.000 (p < 0.01). Partially, self-efficacy showed a significant negative relationship with academic stress tendency, whereas social support did not show a significant relationship with academic stress tendency. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan sosial dengan kecenderungan stres akademik pada mahasiswa rantau di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 110 mahasiswa rantau yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Surabaya dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecenderungan stres akademik, skala self-efficacy, dan skala dukungan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan self-efficacy dan dukungan sosial memiliki pengaruh secara simultan terhadap kecenderungan stres akademik dengan diperoleh nilai R=0,783; F=84,586 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Secara parsial, self-efficacy memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kecenderungan stres akademik, sedangkan dukungan sosial tidak memiliki hubungan signifikan dengan kecenderungan stres akademik.
Emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir : Bagaimana peran kecemasan dan regulasi emosi? Ayu Safira; Hetti Sari Ramadhani; Adnani Budi Utami
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aimed to examine the relationship between anxiety and emotion regulation with emotional eating among final-year students. A quantitative correlational design was employed with a sample of 111 final-year students from one public and one private university in Surabaya, selected using purposive sampling, with the sample size determined through an a priori analysis using G*Power. The instruments used were the Anxiety Scale, the modified Emotion Regulation Questionnaire, and the modified Dutch Eating Behaviour Questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that anxiety and emotion regulation were simultaneously significantly associated with emotional eating (F = 28.868; R² = 0.348). Partially, anxiety was positively associated (t = 2.365; p = 0.010), whereas emotion regulation was negatively associated with emotional eating (t = −3.067; p = 0.003). These findings highlight the importance of anxiety management and strengthening emotion regulation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dan regulasi emosi dengan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 111 mahasiswa tingkat akhir dari satu universitas negeri dan satu universitas swasta di Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan melalui analisis a priori menggunakan program G*Power. Instrumen penelitian meliputi Skala Kecemasan, Emotion Regulation Questionnaire, dan Dutch Eating Behaviour Questionnaire yang telah dimodifikasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan regulasi emosi secara simultan berhubungan signifikan dengan emotional eating (F = 28,868; R² = 0,348). Secara parsial, kecemasan berhubungan positif dengan emotional eating (t = 2,365; p = 0,010) dan regulasi emosi berhubungan negatif dengan emotional eating (t = −3,067; p = 0,003). Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kecemasan dan regulasi emosi.
Emotional eating pada remaja akhir di surabaya: Bagaimana peran self-control dan stres akademik ? Luthfi Alifatul Laili Aulia; Dyan Evita Santi; Adnani Budi Utami
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Emotional eating is an eating behavior that often occurs as a response to psychological stress. In late adolescence, various academic demands and self-control are thought to play a role in the emergence of this behavior. This study aimed to determine the relationship between self-control and academic stress and emotional eating in late adolescents in Surabaya. This study used a quantitative correlational approach, with 138 late adolescent respondents in Surabaya. The sampling technique used was incidental sampling, with 138 late adolescent participants from various areas in Surabaya. The research instruments consisted of an emotional eating scale, a self-control scale, and an academic stress scale. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS. The results of the study showed that there was a significant positive relationship between self-control and academic stress with emotional eating (F = 23.570; p < 0.05). These two variables together contribute 25.9% to the tendency towards emotional eating behavior, while the remainder is influenced by other factors. Abstrak Emotional eating merupakan perilaku makan yang sering muncul sebagai respons terhadap tekanan psikologis. Pada remaja akhir, berbagai tuntutan akademik dan kemampuan pengendalian diri diduga berperan dalam munculnya perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dan stress akademik dengan emotional eating pada remaja akhir di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 138 responden remaja akhir di Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 138 remaja akhir dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri dari skala emotional eating, skala self-control, dan skala stres akademik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-control dan stres akademik dengan emotional eating (F = 23,570; p < 0,05). Kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 25,9% terhadap kecenderungan perilaku emotional eating, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.